AYOJAKARTA.COM - Ramai menjadi sorotan beredarnya tanggul Pantai Mutiara di Jakarta Utara yang terlihat bocor masuk ke kawasan pemukiman warga yang dibagikan oleh Instagram @nikoatmaja pada Sabtu, 22 November 2025.
Hadirnya tanggul di wilayah DKI Jakarta sangat penting, salah satu manfaat utamanya untuk menahan dan mencegah banjir rob, terlebih jika air laut naik agar tidak masuk kedaratan.
Tanpa tanggul, maka air laut akan masuk ke pemukiman warga dan berbahaya bagi warga di sekitar pesisir.
Dikutip ayojakarta.com dari situs resmi Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta di tahun 2025 membangun tanggul mitigasi di beberapa titik di pesisir utara Jakarta.
Pembangunan tanggul mitigasi ini dilakukan sambil menunggu pembangunan tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang direncanakan bakal tuntas pada 2030 mendatang.
Baca Juga: Pendapatan BRI Melesat! Segmen Konsumer dan Emas Jadi Andalan Baru
Apa Itu Tanggul Laut NCICD?
Tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) merupakan sebuah program pembangunan tanggul pantai dan pengembangan kawasan pesisir Jakarta sebagai langkah pencegahan potensi bencana banjir rob.
Tak hanya itu, NCICD juga diharapkan dapat menyelesaikan beberapa tantangan seperti sanitasi, dan penyediaan air yang lebih baik, konektivitas yang lebih baik dan pengembangan masyarakat yang berkelanjutan di wilayah pesisir Jakarta.
Program ini merupakan program kolaborasi antara kementerian PUPR dan dinas SDA.
Saat ini NCICD berada di Fase A yang meliputi pembangunan Tanggul Pengaman Pantai dan Muara Sungai sepanjang 38.9 km yang ditargetkan rampung pada tahun 2030.
Adapun pelaksanaan pembangunannya terbagi menjadi kewenangan melalui Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU dan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air.
Khusus untuk Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, pengerjaan difokuskan untuk Fase A, yang mana ini berfokus pada area pengaman pantai, garis pantai dan muara kali.
Kekinian, progres pembangunan tanggul NCIC Fase A di Kawasan Ancol Barat hingga 17 November 2025, sudah terbangun 1,925 meter dari total 2,070 meter, dan sisanya 145 meter ditargetkan selesai Desember 2025.
Pembangunan dilakukan di Segmen Ancol Barat – Asahimas, pembangunan tanggul pengaman pantai dikawasan ini untuk mencegah terjadinya banjir rob agar warga diwilayah sekitar semakin aman, nyaman, dan terlindungi.
Bagaimana dengan Pantai Mutiara?
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, pembangunan tanggul di Kawasan Pantai Mutiara masih dalam tahap pengkajian.
Hal ini karena pembangunan tanggul tidak hanya dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Walaupun begitu pembangunan NCICD di Pantai Mutiara masuk dalam nota kesepakatan antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemprov DKI Jakarta.
Masih dalam pengkajian karena Pemprov DKI Jakarta ingin hadirnya NCICD ini efektif mencegah banjir rob.
Wilayah Pantai Mutiara diketahui termasuk dalam pembangunan NCICD di bawah kewenangan Pemprov DKI Jakarta:
- Kamal Muara
- Muara Angke
- Pantai Mutiara
- Muara Baru - Pantai Timur
- Sunda Kelapa - Ancol Barat
- Kali Blencong
Sejauh ini sejumlah wilayah telah terbangun NCICD Fase A, di antaranya berada di Kali Kamal Muara, Kali Blencong, Muara Angke (Kali Adem), Muara Baru (Pantai Timur Muara Baru), dan Muara Angke (Pantai Muara Angke).***

Share this article
Pembangunan tanggul mitigasi ini dilakukan sambil menunggu pembangunan tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang direncanakan bakal tuntas pada 2030 mendatang.