Kasus Kekerasan Seksual di Sleman Melonjak Tajam, Apa yang Salah dengan Sistem Perlindungan di Indonesia?

Konferensi Pers UPTD PPA Sleman dan Lembaga Rifka Annisa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) pada Sabtu, 22 November 2025. (Sumber: AYOJAKARTA.COM/Katarina Erlita)
Konferensi Pers UPTD PPA Sleman dan Lembaga Rifka Annisa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) pada Sabtu, 22 November 2025. (Sumber: AYOJAKARTA.COM/Katarina Erlita)

AYOJAKARTA.COM - Menjelang hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan yang akan diperingati pada 25 November - 10 Desember 2025 mendatang, tersaji sebuah fakta miris yang terjadi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Berdasarkan yang dihimpun oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sleman dan Rifka Annisa Women's Crisis Center (WCC) Yogyakarta, terjadi lonjakan jumlah kasus kekerasan seksual di tahun 2025.

UPTD PPA mencatat di tahun 2023, ada 84 kasus yang tercatat, sedangkan total pengaduan ada 270 kasus. Kemudian di tahun 2024, terdapat 63 pengaduan dari total 297 kasus. Berikut rinciannya:

  • 24 kasus anak perempuan
  • 10 kasus anak laki-laki
  • 18 kasus perempuan dewasa

Sementara itu, Rifka Annisa menangani 144 kasus sepanjang tahun 2024. Jumlah tersebut melonjak ke angka 166 kasus di periode Januari – Oktober 2025.

Baca Juga: 'About', Fitur Terbaru WhatsApp untuk Tulis Status atau Pesan Singkat di Profil, Mirip Instagram Notes

“Ada kenaikan dari tahun sebelumnya. Angka yang paling tinggi disebabkan oleh kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kami menyebutnya kekerasan terhadap isteri. Karena Rifka Annisa fokusnya ke perempuan dan anak korban berbasis gender,” ujar Nurul Kurniati dalam konferensi pers yang diadakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) pada Sabtu, 22 November 2025.

Nurul Kurniati juga menyampaikan bahwa Komnas Perempuan juga mendapati fenomena yang sama yakni adanya lonjakan kasus kekerasan seksual.

Untuk KDRT menjadi yang paling tinggi karena semakin kompleks, saat ini banyak korban tidak hanya mengalami kekerasan fisik, tetapi juga mental abuse yang dampaknya sangat luar biasa. Kekerasan psikis bisa menyebabkan depresi, stres, hingga memicu keinginan bunuh diri. KDRT secara psikis menjadi salah satu kasus rumit karena susah dibuktikan.

Selain KDRT, kasus pelecehan juga marak terjadi di Sleman. Hingga Oktober 2025 ini, diketahui ada 36 kasus pelecehan yang terjadi. Kemudian ada juga ragam kasus lainnya seperti pemerkosaan, kekerasan dalam berpacaran, dan kekerasan dalam keluarga.

Baca Juga: Hutama Karya Paparkan Inovasi dan Capaian Keterbukaan Informasi Publik di Uji Publik 2025

Untungnya, saat ini sudah ada Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), Undang-undang Perlindungan Anak, Permendikbudristek No 46 Tahun 2023. Sejumlah Peraturan tersebut membuat para korban sudah mulai aware untuk berani melaporkan kasusnya. Dalam hal ini, Rifka Annisa dan UPTD PPA Sleman siap memberikan pendampingan hukum dan psikis kepada korban.

Pertanyaannya, mengapa kasus kekerasan seksual dari tahun ke tahun jumlahnya semakin meningkat? Apakah ada yang salah dengan sistem perlindungan di Indonesia?

Ternyata tantangan terbesarnya ada pada perspektif aparat penegak hukum yang kurang paham soal kekerasan soal. Kemudian tantangan lainnya, korban tidak tahu harus melapor kemana, terutama kasus yang terjadi di Kampus. Kebanyakan korban juga tidak tahu lembaga mana yang bisa mendampingi.

“Korban atau keluarga korban seringkali masih malu dalam menyampaikan. Kami sampai turun ke lapangan untuk merayu korban agar mau melapor. Diperlukan mandatory conselling karena seringkali pelaku itu awalnya korban. Keluarga juga perlu diberikan pemahaman dalam mendampingi korban,” ucap Prima Walani selaku Kepala UPTD PPA Kabupaten Sleman.

Baca Juga: Percepat Layanan Publik, Hutama Karya Garap Fasilitas SPPG di Titik-Titik Strategis Nasional

Artinya masih perlu sosialisasi mengenai hal ini. Sebab di Daerah Istimewa Yogyakarta ini tersedia UPTD PPA di setiap Kabupaten/Kota. Kemudian ada juga sejumlah NGO seperti Rifka Annisa dan lembaga yang khusus menangani disabilitas seperti LSM SAPDA dan SIGAP.

Permasalahan utama bukan terletak pada kebijakan karena sudah cukup banyak undang-undang yang mengatur soal kasus kekerasan seksual. Undang-undang TPKS contohnya, sudah sangat bagus mengatur soal penanganan korban, termasuk juga soal kompensasi. Hanya saja, masih sulit diimplementasikan karena kurang sosialisasi di masyarakat dan internal stakeholder seperti Aparat penegak Hukum (APH).

APH belum paham betul soal penanganan, apakah kasus ini diatur dalam UU TPKS. Jadi sosialisasi harus dilakukan secara menyeluruh tidak hanya di kalangan masyarakat tetapi juga untuk APH. Dengan demikian, Undang-undang yang sudah ada bisa memenuhi kebutuhan korban.

“Sebaiknya UU Perlindungan Anak dan yang UU yang mengatur KDRT perlu ada perubahan, karena KDRT saat ini semakin kompleks, sedangkan ada pasal-pasal yang tidak sesuai dengan permasalahan yang dialami oleh korban dalam lingkup KDRT. Yang paling penting adalah sanksi kepada pelaku, seharusnya waktu hukuman sesuai dengan dampak yang dialami korban,” kata  Nurul Kurniati.

“Dalam rangka Hari Anti Kekerasan Seksual ini, kami memperkenalkan ada lembaga layanan di DIY yang bisa jadi tempat melaporkan kasus yang terjadi. Stigma masyarakat seringkali menjadi hambatan pelaporan, terutama kasus KDRT. Stigma KDRT sebagai aib dan status janda membuat korban enggan untuk melapor dan 90 persen memilih untuk tetap mempertahankan perkawinan,” pungkasnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# kekerasan seksual di Sleman
# KDRT
# kekerasan seksual
# Rifka Annisa

Berita Terkait

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.