AYOJAKARTA.COM - Inovasi baru yakni Instalasi Tangki Septik Komunal Biogas kini sedang diterapkan di Jakarta.
Instalasi Tangki Septik Komunal Biogas ini merupakan limbah dari toilet warga atau fises yang diolah melalui proses fermentasi sehingga bisa menghasilkan gas pengganti LPG.
Limbah tersebut nantinya ditampung dalam tangki septik, yang kemudian difermentasi oleh bakteri hingga menghasilkan gas yang dapat digunakan untuk memasak.
Hasil gas dari limbah ini dipastikan aman serta menghasilkan api biru dan tanpa bau.
Kini beberapa warga di Jakarta sudah mulai mencoba untuk menggunakan gas dari olahan limbah tersebut.
Inovasi baru ini sudah diterapkan di Jakarta Timur dan terbukti memberi banyak manfaat.
Bukan hanya untuk menekan praktik buang air besar sembarangan hingga nol persen, warga juga bisa menghemat biaya rumah tangga karena penggunaan elpiji berkurang.
Para warga diklaim bisa menghemat hingga Rp1,2 juta per tahun.
Dikutip dari Instagram @dkijakarta, sebanyak 439 KK atau sekitar 1.424 jiwa di Jakarta Timur telah merasakan manfaat dari gas olahan limbah ini.
Instalasi biogas ini berada di wilayah Pekayon, Rusunami Bidara Cina, dan Kelurahan Rambutan.
Inovasi ini tentunya mendapat dukungan besar dari Pemprov DKI Jakarta.
Bahkan Pemprov DKI Jakarta terus memperluas pembangunan tangki septik komunal biogas hingga skala perumahan di berbagai wilayah.
Baca Juga: 95 Personel Damkar hingga Robot LUV 60 Berhasil Padamkan Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati
Inovasi sederhana ini sangat berdampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.
Instalasi tangki septik komunal dengan pemanfaatan biogas ini juga telah diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 13 November 2025.***

Share this article
Hasil gas dari limbah toilet warga ini dipastikan aman serta menghasilkan api biru dan tanpa bau.