AYOJAKARTA.COM - Pemerintah saat ini tengah menyiapkan pergantian gas rumah tangga LPG dengan DEM.
Kali ini, kajian kelayakan DME yang dilakukan BPI Danantara pun segera selesai.
Kajian kelayakan investasi Danantara untuk proyek gasifikasi batu baru menjadi DME akan segera terbit dalam waktu dekat.
Bukan hanya sebagai DME, kajian ini juga dilakukan untuk pengembangan kilang minyak.
Baca Juga: Job Fair dan Upskilling Disabilitas 2025 akan Digelar Besok, Cari Peluang Kerja Sesuai Minat dan Kemampuanmu, Ini Cara Daftarnya
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika.
Sebagai informasi, proyek DME dan kilang minyak ini menjadi bagian dari 18 proyek hilirisasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional kepada BPI Danantara.
Ahmad Erani Yustika mengatakan jika pihaknya juga menunggu hasil dari kajian tersebut.
Hasil kajian ini nantinya akan menentukan lokasi proyek, penunjukkan operator pelaksana, dan instrumen pembiayaan proyek DME.
Baca Juga: Heboh Label Ompreng Wadah MBG Diduga Dipalsukan dari Made in China jadi SNI, Polisi Langsung Bertindak
Nantinya, bahan baku yang digunakan untuk DME adalah memanfaatkan batu bara kalori rendah yang selama ini dianggap tak menarik dikembangkan.
Stok batu bara kalori rendah ini, akan jadi kunci untuk investasi dan keberlanjutan proyek DME ke depan.
Lantas dari mana pasokan batu bara kalori rendah ini diambil?
Baca Juga: Apa Itu QRIS Tap? Ini Bedanya dengan QRIS Konvensional
Pasokan bahan DME ini nantinya akan diambil dari konsesi milik BUMN yang belum dioptimalkan, atau sumber tambang lainnya.
Baca Juga: Apa Itu QRIS Tap? Ini Bedanya dengan QRIS Konvensional
Saat ini, menurut data Kementerian ESDM, cadangan batu bara kalori rendah di mencapai 10,9 juta ton, sedangkan cadangan terbukti sebanyak 12 juta ton.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa banyak negara yang melirik untuk ikut investasi dalam proyek ini.
Negara yang dimaksud yakni China, Eropa hingga Korea.
Baca Juga: Cara Menggunakan QRIS Tap untuk Pembayaran KRL, MRT, Transjakarta, LRT Jakarta, dan LRT Jabodebek
Saat ini, Kementerian ESDM juga tengah menguji kajian atau feasibility study (FS) dari proyek DME dengan teknologi dari beberapa negara tersebut.
Dengan adanya rencana ini, pemerintah berniat untuk mengurangi impor LPG di tahun 2026.***
Share this article
Danantara segera menyelesaikan kajian investasi proyek DME dengan bahan baku batu bara kalori rendah.