AYOJAKARTA.COM - Sulit surutnya banjir di sejumlah wilayah DKI Jakarta, menurut Pramono Anung akibat dari curah hujan yang tinggi disertai fenomena rob.
Dalam keterangan resminya, Gubernur DKI Jakarta tersebut menyebutkan bahwa intensitas hujan yang mengguyur ibu kota beberapa waktu lalu memiliki curah hujan yang sangat tinggi.
Data dari delapan titik pantau di Jakarta Utara menunjukkan angka curah hujan yang sangat tinggi, yakni antara 260 milimeter (mm) hingga 280 mm.
Baca Juga: Jelang Bulan ramadhan 2026, MBG Tetap Berjalan? Kepala BGN: Makanan Siap Santap Tahan 12 Jam
"Jadi banjirnya yang begitu lama karena genangan di beberapa jalan termasuk di Gunung Sahari ini lama karena juga rob. Begitu cukup tinggi akibat intensitas hujan yang tinggi, dan yang kedua adalah rob," ujar Pramono, di Kompleks Pertokoan Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (20/1).
Sebagai informasi, salah satu wilayah terparah yang terkena banjir ialah wilayah Jakarta Utara khususnya di kawasan Kelapa Gading dan Gunung Sahari.
Untuk mempercepat genangan air cepat suruta, berbagai cara dilakukan mulai dari menurunkan pompa portable di beberapa titik wilayah hingga melakukan upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Baca Juga: Apa Saja Kelebihan dan Kelemahan Redmi Note 15 Pro 5G? Pecinta Gadget Wajib Tahu!
Sebanyak 1.200 pompa, baik pompa stasioner maupun pompa mobile, termasuk milik Kementerian PUPR, telah dioperasikan secara maksimal.
Namun, tingginya permukaan air laut membuat pembuangan air dari daratan menjadi terhambat.
Genangan air dari banjir pun baru dilaporkan surut sepenuhnya pada Senin pagi pukul 07.00 WIB.***

Share this article
Sulit surutnya banjir di sejumlah wilayah DKI Jakarta, menurut Pramono Anung akibat dari curah hujan yang tinggi disertai fenomena rob.