AYOJAKARTA.COM - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan bulan suci ini sebagai momentum memperkuat kedamaian, persatuan, dan kerukunan antarwarga.
Ramadan bukan hanya soal ibadah secara personal, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas sosial dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman Ibu Kota.
Jika melihat kalender pemerintah, Ramadan 2026 akan jatuh pada 19 Februari 2026.
Pramono juga menyampaikan beberapa kegiatan yang dilarang yakni Sahur on the Road (SOTR) hingga sweeping terhadap rumah makan yang tetap buka pada siang hari.
Baca Juga: Gardu Induk 150 kV Data Center Microsoft Rampung, Perkuat Kepercayaan Investasi Global
"Pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya nggak izinkan. Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan nanti saya izinkan. Pokoknya yang itu nggak," ujar Pramono.
Pram menegaskan, momentum menyambut bulan suci ini harus diisi dengan kedamaian.
Terlebih saat ini Jakarta juga bersiap menyambut Tahun Baru Imlek yang berlangsung pada 13 hingga 17 Februari 2026.
"Saya ingin menegaskan bahwa menyambut Ramadan itu harus penuh kedamaian dan kerukunan," tegasnya.
Baca Juga: Cambridge CELTA Standar Kualitas Pengajar Bahasa Inggris
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa setelah rangkaian imlek selesai, Jakarta akan bersiap untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri.
Pemprov DKI juga telah mengusulkan penyelenggaraan Haul bagi para tokoh Betawi dan ulama di Jakarta.***

Share this article
Pramono menegaskan, momentum menyambut bulan suci ini harus diisi dengan kedamaian dan kerukunan.