AYOJAKARTA.COM - Program makan bergizi gratis atau MBG akan tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026 dengan sejumlah penyesuaian mekanisme distribusi dan jenis menu yang diberikan.
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan hak penerima manfaat, khususnya siswa sekolah dan kelompok rentan, tetap terpenuhi meski pola konsumsi berubah selama bulan puasa.
Penyesuaian ini dilakukan agar program MBG tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat, tanpa mengurangi standar gizi yang telah ditetapkan sebelumnya.
BGN pun telah menyiapkan sejumlah skema pelaksanaan skema pembagian hingga menu MBG.
Baca Juga: Cuma Pakai NIK! Cara Cek Kepesertaan BPJS PBI JK Sudah Aktif atau Belum
Nantinya BGN akan mencontohkan skema tersebut di salah satu pondok pesantren di Bandung.
Langkah ini dilakukan sekaligus dengan agenda buka puasa bersama.
Mekanisme Pembagian MBG Selama Ramadan 2026
Selama bulan Ramadan, skema pembagian MBG tidak dilakukan untuk langsung dikonsumsi di sekolah seperti hari biasa.
Makanan akan dibagikan untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.
Berikut ini mekanisme yang diterapkan:
- Diterapkan di sekolah dengan maypritas siswa berpuasa.
- Paket makanan dibagikan menjelang akhir jam belajar agar tetap dalam kondisi layak konsumsi saat waktu berbuka tiba.
- Menu dikemas dalam bentuk paket siap santap. Menu disiapkan dalam kemasan tertutup dan higienis untuk menjaga kualitas makanan hingga waktu berbuka.
- Penyesuaian untuk siswa non-muslim
Bagi siswa non-muslim, mekanisme konsumsi tetap fleksibel dan disesuaikan dengan kebijakan sekolah masing-masing.
- Pengawasan kualitas dan keamanan pangan
Dinas terkait bersama pihak sekolah tetap melakukan pengawasan mutu makanan, termasuk memastikan standar gizi dan kebersihan tetap terjaga.
- Untuk program MBG ibu hamil dan menyusui, serta anak balita dipastikan tetap berjalan seperti biasa.
- Diterapkan khusus di wilayah pesantren dan jadwal digeser saat menjelang waktu berbuka.
Komposisi Menu
Menu MBG selama Ramadan dirancang berbeda dari hari biasa.
Jika sebelumnya makanan disajikan untuk konsumsi siang hari, kini komposisi disesuaikan sebagai paket berbuka puasa yang mengandung gizi seimbang.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayan sempat mengatakan bahwa menu MBG yang diberikan saat puasa adalah siap saji dan tahan basi.
Baca Juga: iQOO 15 Ultra Jadi HP Paling Niat dengan Skor Antutu 4,4 Juta, Tapi Kenapa Tak Masuk Indonesia?
"Ada abon, buah susu, dan panganan-panganan lokal yang saya kira secara tradisional banyak disajikan di bulan Ramadan yang tahan lama. Kita hindarkan semaksimal produk-produk perusahaan besar. Sesekali boleh, tapi tidak setiap hari," ujar Dadan.
Pelaksanaan MBG selama Ramadan juga memperhatikan efisiensi distribusi dan ketahanan makanan.
Sebab makanan tidak langsung dikonsumsi di sekolah, faktor daya tahan dan keamanan tentunya akan menjadi perhatian utama.
Inovasi yang bisa dilakukan untuk membantu program MBG ini seperti:
- Menggunakan kotak makan ramah lingkungan
- Menggandeng UMKM lokal untuk penyediaan menu
- Menambahkan variasi menu khas daerah
Langkah ini sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal selama bulan Ramadan.***
Share this article
BGN pun telah menyiapkan sejumlah skema pelaksanaan skema pembagian hingga menu MBG.