AYOJAKARTA.COM - Progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A lintas Utara–Selatan terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga akhir Desember 2025, pekerjaan konstruksi keseluruhan telah menembus lebih dari separuh target, menandai langkah penting menuju perluasan layanan transportasi publik massal di Ibu Kota.
Fase 2A menghubungkan kawasan Bundaran HI Bank Jakarta hingga Kota dengan panjang lintasan sekitar 5,8 kilometer. Jalur ini akan dilayani tujuh stasiun bawah tanah, yakni:
- Thamrin
- Monas
- Harmoni
- Sawah Besar
- Mangga Besar
- Glodok
- Kota Jakarta.
Seluruh stasiun dirancang untuk meningkatkan konektivitas pusat bisnis, kawasan wisata, hingga simpul transportasi lain di Jakarta.
Berdasarkan keterangan resmi pengelola, progres Fase 2A per 25 Desember 2025 telah mencapai sekitar 55–56 persen. Sejumlah paket kontrak menunjukkan kemajuan signifikan.
Pada paket CP205, pengelasan rel seksi Bundaran HI–Harmoni menggunakan teknik flashbutt welding telah rampung, sementara pengecoran concrete trackbed di segmen Bundaran HI–Thamrin mencapai sekitar seperempat pekerjaan.
Dari sisi sarana, paket CP206 telah memasuki tahap inception design. Dalam paket ini, MRT Jakarta memesan delapan rangkaian kereta baru dari Jepang melalui kerja sama Sumitomo Corporation dan Nippon Sharyo.
Proses perancangan dan pembuatan rangkaian kereta ditargetkan berlangsung sekitar 4,5 tahun.
Sementara itu, paket CP207 untuk sistem tiket otomatis (automatic fare collection) masih berada dalam tahap evaluasi teknis proposal calon kontraktor.
Pekerjaan sipil di stasiun-stasiun utama juga terus berjalan. Di Stasiun Thamrin, berbagai pekerjaan struktur, arsitektural, hingga instalasi mekanikal dan elektrikal masih berlangsung.
Stasiun Monas mencatat progres tinggi dengan fokus pada finishing arsitektur, pemasangan eskalator, elevator, serta pengujian sebagian sistem MEP.
Area Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar juga menunjukkan perkembangan signifikan, didukung aktivitas mesin bor terowongan (TBM) yang terus menggali jalur bawah tanah.
Fase 2A dibagi menjadi dua segmen. Segmen Bundaran HI–Harmoni ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2027, sedangkan segmen Harmoni–Kota menyusul pada 2029.
Proyek bernilai sekitar Rp25,3 triliun ini didanai melalui kerja sama pinjaman Pemerintah Indonesia dan Jepang.
Kehadirannya diharapkan semakin memperkuat budaya penggunaan transportasi publik, mengurangi kemacetan, serta mendukung mobilitas berkelanjutan di Jakarta.***
Share this article
Hingga akhir 2025, progres MRT Jakarta Fase 2A (Bundaran HI–Kota) mencapai 55-56%. Segmen ke Harmoni target operasi 2027 & ke Kota 2029. Pembangunan 7 stasiun & pengadaan 8 kereta baru terus berjalan.