AYOJAKARTA.COM — Perkembangan pariwisata di DKI Jakarta pada tahun 2024 mengalami penurunan. Indikator penurunan ini terbagi ke dalam beberapa aspek.
Salah satunya adalah hotel berbintang yang mengalami penurunan jumlah tamu. Berapa persenkah penurunannya?
Dikutip dari laman BPS Jakarta pada Jumat, 11 Oktober 2024, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Jakarta pada tahun 2024 mengalami fluktuasi.
Pada bulan Januari 2024, tingkat penghunian mencapai 51,73%. Bulan Februari mengalami sedikit peningkatan menjadi 51,80%. Namun, bulan Maret turun drastis hingga 44,08%.
Tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Jakarta mencapai angka terendah pada bulan April 2024, yaitu hanya 43,47%.
Baca Juga: Data BPS: Ternyata Laki-Laki yang Paling Banyak Mengalami Kejahatan di Jakarta Dibanding Perempuan
Pada bulan Mei, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Jakarta kembali naik menjadi 52,79%.
Kemudian, pada bulan Juni, terjadi sedikit penurunan menjadi 51,54%. Namun, bulan Juli mengalami peningkatan kembali hingga mencapai 54,23%. Bulan Agustus 2024 mengalami penurunan lagi ke angka 53,28%, berkurang sebanyak 0,95%.
Sementara itu, perkembangan tingkat penghunian kamar di hotel non-bintang cenderung meningkat setiap bulan pada tahun 2024 ini.
Pada bulan Januari, tingkat penghunian di hotel non-bintang tercatat 41,74%. Bulan Februari naik menjadi 43,14%. Namun, mengalami penurunan di bulan Maret hingga mencapai 37,64%.
Pada bulan April, tingkat penghunian kembali meningkat ke angka 40,62%. Bulan Mei tercatat 42,23%. Bulan Juni 2024 menjadi 43,64%. Bulan Juli mencapai 44,52%, dan bulan Agustus 2024 menjadi yang tertinggi dengan angka 44,72%.
Baca Juga: Bukan Jakarta Pusat, Daerah dengan Penduduk Terpadat di Jakarta Menurut BPS Ternyata...
Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa perkembangan tingkat penghunian kamar di hotel non-bintang menunjukkan tren yang positif. Dari bulan Juli ke Agustus 2024, terjadi peningkatan sebesar 0,20%.
Ada juga persentase tamu hotel berbintang yang menginap, di mana 89,50% adalah warga Indonesia dan 10,50% adalah warga asing.
Berdasarkan rata-rata lama menginap tamu hotel, di hotel berbintang, rata-ratanya adalah 1,42 hari, sedangkan di hotel non-bintang, rata-ratanya adalah 1,194 hari.
Itulah perkembangan pariwisata DKI Jakarta pada tahun 2024.***

Share this article
Tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Jakarta mencapai angka terendah pada bulan April 2024, yaitu hanya 43,47%.