AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat pengembangan transportasi massal berbasis rel melalui proyek MRT Jakarta Fase 3 lintas barat-timur.
Jalur tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2030 mendatang.
Proyek MRT Fase 3 menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jakarta dan kawasan penyangga.
Rute lintas barat timur nantinya akan menghubungkan wilayah Cikarang, Bekasi hingga Balaraja, dengan melintasi sejumlah kawasan strategis di Jakarta.

Dalam tahap awal pengembangan, jalur MRT Fase 3 akan membentang 84 km dari Cikarang (Jawa Barat)-Balaraja (Banten)
Berikut ini adalah detailnya:
- Fase 1 (Kembangan-Medan Satria, Bekasi) memiliki panjang 33,7 km. Fase ini akan dibagi menjadi dua tahap pengerjaan yaitu:
Tahap 1 (Tomang-Medan Satria) sepanjang 24,5 km.
Kemudian Tahap 1 (Kembangan-Tomang sepanjang sekitar 9,2 km.
- Fase 2 (Balaraja-Kembangan dan Medan Satria-Cikarang)

Rute ini memiliki total panjang sekitar 50 km yang akan menghubungkan wilayah Banten dan Jawa Barat secara menyeluruh.
Pengerjaan MRT Fase 3 ini dimulai dari Tahap 1 Tomang-Medan Satria yang akan melalui kawasan di titik-titik berikut ini:
- Tomang
- Grogol
- Roxy
- Petojo
- Cideng
- Thamrin
- Kebon Sirih
- Kwitang

- Senen
- Galur
- Cempaka Baru
- Sumur Batu
- Pakulonan Barat
- Pulo Gadung
- Penggilingan
- Cakung Barat
- Pulo Gebang
- Ujung Menteng

- Medan Satria
Dengan adanya jalur baru ini, nantinya diharapkan semakin memperkuat sistem transportasi publik terintegrasi di Jakarta dan sekitarnya sekaligus mendukung target pengurangan emisi serta kemacetan di ibu kota.***
Share this article
MRT Fase 3 menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.