AYOJAKARTA.COM - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Langkah mitigasi tersebut dilakukan dengan menyiagakan berbagai sarana pendukung penanganan kebakaran di TPST Bantargebang, Kota Bekasi dam posko siaga 24 jam.
Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan potensi terjadinya kebakaran akibat cuaca kering dan meningkatnya suhu udara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan adanya mitigasi tersebut untuk mendukung penanganan awal apabila ditemukan titik api.

“Penyemprotan dan penyiraman air pada zona landfill juga dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengendalian risiko selama musim kemarau,” ujar Dudi.
Sarana dan prasarana yang disiapkan mulai dari pompa air, selang, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kolam penampungan air, tangki air, mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air, serta mobil spray steam.
Untuk mitigasi ini, DLH DKI juga melakukan koordinasi dengan PT NOEI selaku pengelola power house yang memanfaatkan gas metana di TPST Bantargebang.
Koordinasi ini untuk memastikan pemeriksaan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan pipa gas metana berjalan baik.

Kesiapsiagaan juga diperkuat dengan adanya Posko Siaga Bencana yang beroperasi 24 jam secara bergiliran.
Alat berat, seperti excavator dan bulldozer dipastikan dalam kondisi prima dan siaga selama 24 jam.
Sementara untuk penugasan petugas piket juga sudah ditetapkan melalui Surat Tugas Piket Siaga Bencana untuk memastikan pemantauan lapangan, kesiapan personel, serta ketersediaan sarana mitigasi dapat berjalan rutin dan berkelanjutan.

“UPST memastikan personel, alat berat, dan sarana pendukung berada dalam kondisi siap. Dalam penanganan potensi kebakaran di area landfill, kecepatan deteksi dan kemampuan melokalisasi area menjadi sangat penting agar situasi tidak meluas,” ungkapnya.
Selain itu, kata Dudi, pihaknya juga memastikan kesiapan aspek sumber air seperti tandon air, kolam penampungan, dan dukungan armada tangki.***
Share this article
Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan potensi terjadinya kebakaran akibat cuaca kering dan meningkatnya suhu udara.