AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi hasil survei Time Out.
Hasil survei tersebut menunjukkan, Jakarta belum masuk dalam daftar 20 kota paling ramah bagi pejalan kaki pada 2026.
Menurutnya, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan kualitas fasilitas pejalan kaki agar aktivitas berjalan kaki di Ibu Kota menjadi semakin aman dan nyaman.
Pramono mengatakan, pengembangan jalur pedestrian menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menciptakan ruang publik yang lebih inklusif.

Langkah ini sekaligus mendorong masyarakat agar menerapkan gaya hidup sehat.
Ia menjelaskan, penataan trotoar tidak lagi hanya difokuskan di kawasan pusat bisnis seperti Sudirman-Thamrin maupun Kuningan.
"Maka kenapa kemudian acara Car Free Day, pedestriannya kita perbaiki. Dan kalau dilihat, pedestrian sekarang ini bukan hanya terkonsentrasi di Sudirman-Thamrin ataupun di Kuningan," ujar Pramono, Kamis (16/7).
Saat ini, pembangunan dan peningkatan kualitas jalur pedestrian juga terus dilakukan di berbagai wilayah Jakarta agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Menurutnya, keberadaan trotoar yang nyaman akan mendorong warga untuk lebih sering berjalan kaki, baik untuk beraktivitas sehari-hari maupun berolahraga.
"Saya berharap betul bahwa masyarakat Jakarta tidak mager, tetapi hidup sehat. Maka kenapa kemudian di semua wilayah kota kita adakan Car Free Day, termasuk menambah fasilitas untuk itu," katanya.
Ia lantas mengajak seluruh warga untuk membiasakan gaya hidup sehat dengan rutin berjalan kaki, jogging, atau berolahraga.
Dengan kebiasaan tersebut masyarakat Jakarta akan menjadi lebih sehat.***
Share this article
Pemprov DKI terus berupaya meningkatkan kualitas fasilitas pejalan kaki agar aktivitas berjalan kaki di Ibu Kota menjadi semakin aman dan nyaman.