AYOJAKARTA.COM - Proyek pembangunan Stasiun Monas MRT Jakarta Fase 2A kini semakin mendekati tahap penyelesaian.
Mengusung konsep sunken entrance (pintu masuk semi-tenggelam) yang dipadukan dengan skylight bundar berkaca tembus pandang dan koridor bawah tanah multifungsi, stasiun ini disebut-sebut akan menghadirkan pengalaman layaknya berada di dalam museum modern.
Program pembangunan proyek Stasiun Monas kini sudah mencapai 93,50 persen mencakup area Stasiun Thamrin dan Monas.
Penampakan terbaru Stasiun Monas menunjukkan sebagian besar struktur utama telah rampung.

Dikutip dari akun Instagram @jktdiemplease, tampilan sunken entrance dan skylight akan menjadi ikonik Stasiun MRT Monas.
Sunken entrance tersebut dibuat selaras dengan kawasan heritage Monumen Nasional.
Bahkan pemandangannya bisa langsung melihat Monas.
Stasiun ini diperkirakan mulai beroperasi pada akhir tahun 2027.

Sebagai informasi, Stasiun Monas merupakan bagian dari MRT Jakarta Fase 2A yang akan menghubungkan Bundaran HI hingga Kota dengan melewati tujuh stasiun bawah tanah.
Jalur ini akan meningkatkan konektivitas kawasan pusat bisnis, pemerintahan, hingga destinasi wisata dan cagar budaya di Jakarta.
Stasiun ini juga menyediakan fasilitas travelator (eskalator datar) untuk memudahkan penumpang.
Sebab, jara dari area pintu masuk ke concourse (titik awal perjalanan) Stasiun Monas melewati koridor panjang yang jaraknya sekitar 175 meter.***
Share this article
Program pembangunan proyek Stasiun Monas kini sudah mencapai 93,50 persen mencakup area Stasiun Thamrin dan Monas.