AYOJAKARTA.COM – Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, terus memperkuat komitmennya dalam menangani masalah sampah langsung dari sumbernya.
Melalui optimalisasi Rumah Pilah yang berlokasi di kantor kelurahan, sampah organik kini berhasil disulap menjadi produk bernilai guna berupa pupuk organik.
Lurah Pluit, Achmad Faizal, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam menindaklanjuti Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2024 terkait Pemilahan Sampah dari Sumbernya.

Dalam pelaksanaannya, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dikerahkan untuk menyisir sampah organik dan anorganik, mulai dari jalan protokol hingga kawasan pemukiman warga.
"Program ini sebenarnya sudah berjalan, tetapi kembali kami optimalkan sejak dua bulan terakhir melalui kolaborasi dengan PT PLN (Persero) yang memberikan pelatihan pengolahan sampah sekaligus bantuan peralatan," ujar Faizal pada Selasa, 28 Juli 2026.
Saat ini, fasilitas di Rumah Pilah Kelurahan Pluit telah dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai, termasuk satu unit mesin pencacah plastik, dua unit mesin pengomposan, dan tiga tong komposter.
Setiap harinya, terdapat tiga hingga lima anggota Pasukan Oranye yang bertugas mengoperasikan alat-alat tersebut secara bergiliran.

Berkat optimalisasi ini, Rumah Pilah tersebut mampu menghasilkan produk hijau dalam jumlah yang cukup signifikan.
"Hasil pengolahan berupa pupuk kompos padat dan pupuk organik cair. Dalam satu bulan, kami mampu memproduksi sekitar 75 hingga 100 kilogram pupuk organik," terang Faizal.
Pupuk yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung penghijauan di lingkungan kantor kelurahan, seperti pemupukan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan tanaman buah.

Menariknya, pihak kelurahan juga membagikan pupuk tersebut secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui inovasi ini, Faizal berharap volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang dapat terus berkurang. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah masing-masing.***
Share this article
Melalui optimalisasi Rumah Pilah yang berlokasi di kantor kelurahan, sampah organik kini berhasil disulap menjadi produk bernilai guna berupa pupuk organik.