KJP Plus Januari 2024 Sudah Cair tapi Kamu Belum? Bisa Jadi Ini Alasan Bantuanmu Diberhentikan!

KJP Plus Januari 2024 Sudah Cair tapi Kamu Belum? Bisa Jadi Ini Alasan Bantuanmu Diberhentikan!
KJP Plus Januari 2024 Sudah Cair tapi Kamu Belum? Bisa Jadi Ini Alasan Bantuanmu Diberhentikan!

AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak 656.390 peserta didik di wilayah DKI Jakarta sudah menerima pencairan KJP Plus Januari 2024 yang merupakan rangkaian dari pencairan tahap ke-2 tahun 2023.

Pencairan KJP Plus Januari 2024 telah mulai dibagikan secara bertahap sejak tanggal 4 Januari 2024.

Besaran dana bantuan yang diterima akan berbeda sesuai dengan jenjang dan tingkat pendidikan para peserta didik.

Baca Juga: Fakta Baru Edi Darmawan pada Kasus Jessica Wongso: Dihadapkan 2 Pilihan Sulit, Ternyata 'Dikasih' Jalan Tengah

Bantuan diberikan bagi peserta didik mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK hingga PKBM dengan rincian sebagai berikut:

1. Tingkat SD/MI

Biaya Rutin per bulan: Rp 135.000
Biaya Berkala per bulan: Rp 115.000
SPP per bulan bagi swasta: Rp 130.000

Jumlah penerima Januari 2024: 289.989 peserta didik.

2. Tingkat SMP/MTs

Biaya Rutin per bulan; Rp 185.000
Biaya Berkala per bulan: Rp 115.000
SPP per bulan bagi swasta: Rp 170.000

Jumlah penerima Januari 2024: 185.639 peserta didik.

3. Tingkat SMA/MA

Biaya Rutin per bulan: Rp 235.000
Biaya Berkala per bulan: Rp 185.000
SPP per bulan bagi swasta: Rp 290.000

Baca Juga: Duga Ada Campur Tangan Aparat atas Dicabutnya Izin Kampanye di Beberapa Daerah, Timnas AMIN: Kami Tidak Takut dan Siap Hadapi

Jumlah penerima Januari 2024: 63.897 peserta didik.

4. Tingkat SMK

Biaya Rutin per bulan: Rp 235.000
Biaya Berkala per bulan: Rp 215.000
SPP per bulan bagi swasta: Rp 240.000

Jumlah penerima Januari 2024: 105.982 peserta didik.

5. PKBM

Biaya Rutin per bulan: Rp 185.000
Biaya Berkala per bulan: Rp 115.000
SPP: -

Jumlah penerima Januari 2024: 1.883 peserta didik.

Meski demikian, ada beberapa peserta didik yang mengaku belum menerima bantuan KJP Plus ini bahkan sejak beberapa bulan lalu.

"Tolong bantu jawab dong min. Kenapa KJP anak saya ga cair dari bulan November?" keluh salah seorang warganet dengan akun @yenirahma*** seperti dikutip Ayojakarta.com, Minggu (7/1/2024).

Menjawab pertanyaan tersebut, berikut kami rangkum beberapa alasan yang bisa menjadi penyebab diberhentikannya bantuan KJP Plus.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah asalan mengapa bantuan KJP Plus diberhentikan dan atau dibatalkan:

1. Nama peserta didik atau statusnya di DTKS sudah tidak terdaftar atau dibatalkan

2. Siswa sudah dinyatakan lulus sekolah

3. Status kepesertaan KJP Plus diblokir

Baca Juga: 4 Kota di Indonesia Masuk Daftar Kota Terkaya di Asia Tenggara hingga Dunia

4. Melanggar aturan yang ditetapkan bagi penerima KJP Plus, diantaranya sebagai berikut:

- Membelanjakan bansos biaya pendidikan di luar penggunaan yang telah diatur dalam Pergub

- Merokok

- Menggunakan dan mengedarkan narkotika dan obat-obatan terlarang

- Melakukan perbuatan asusila/pergaulan bebas/pelecehan seksual

- Terlibat dalam kekerasan dan perundungan

- Terlibat dalam tawuran

- Terlibat geng moto/geng sekolah

- Minum-minuman keras/beralkohol

- Terlibat pencurian

- Melakukan pemalakan/pemerasan/penjambretan

- Terlibat perkelahian

- Terlibat penipuan

- Terlibat mencontek masal

Baca Juga: Alhamdulillah, Undangan Pengambilan Bansos PKH, BPNT dan Beras 10 Kg Sudah Dibagikan Kantor Pos Indonesia

- Membocorkan soal/kunci jawaban

- Terlibat pornoaksi/pornografi

- Menyebarluaskan gambar tidak senonoh baik secara konvensional maupun melalui media daring

- Membawa senjata tajam dan peralatan lain yang membahayakan

- Sering bolos sekolah minimal 4 kali dalam sebulan

- Sering terlambat tiba di sekolah berturut-turut atau tidak berturut-turut minimal 6 kali dalam 1 bulan

- Menggandakan/menjaminkan bansos biaya pendidikan dan/atau buku tabungan kepada pihak manapun dan dalam bentuk apapun

- Menghabiskan bansos biaya pendidikan untuk belanja penggunaan yang tidak secara nyata dibutuhkan

- Meminjamkan bansos biaya pendidikan kepada pihak manapun

- Melakukan perbuatan yang melanggar peraturan tata tertib sekolah

Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Uji Imajinasi Kamu, Coba Temukan Sosok Wajah Wanita pada Gambar Bunga

Kamu juga sebelumnya bisa mengecek status kepesertaan di situs resmi KJP Jakarta: kjp.jakarta.go.id

Kamu bisa mencoba menanyakan terkait kendala yang dirasakan ke sekolah, atau ke Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional (UPT P4OP).

Itulah informasi mengenai alasan mengapa KJP Plus tiba-tiba berhenti. Semoga bermanfaat.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# sudah
# Januari
# diberhentikan
# Alasan
# cair
# cair
# 2024
# kjp plus

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.