AYOJAKARTA.COM - Polusi Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) kini makin parah dan tengah menjadi sorotan dari berbagai pihak.
Bahkan polusi Jabodetabek yang parah dalam beberapa bulan terakhir tersebut kini disebut sudah berstatus berbahaya.
Sorotan pada kondisi polusi Jabodetabek ini rupanya tak hanya ramai dari dalam negeri, namun juga telah menjadi perhatian beberapa media asing dan ikut berkomentar terhadap kualitas udara yang buruk tersebut.
Dilansir Ayojakarta.com pada kanam YouTube Kompas TV, berdasarkan data pada situs pemantau kualitas udara IQAir pada Minggu (13/8/2023), Jakarta telah menempati urutan pertama kota yang memiliki kualitas udara paling buruk di dunia.
Pemerintah DKI Jakarta pun bahkan tak segan menetapkan status bahaya polusi udara di Ibukota.
Menanggapi adanya kondisi demikian pada udara di Jabodetabek khususnya Jakarta, Presiden Jokowi pun menyebut adanya opsi WFH (Work From Home) bagi para pekerja sebagai langkah untuk mengurangi polusi udara.
Hal itu disampaikan Presiden Jokowi pada rapat terbatas yang dilakukan pada Selasa (15/8/2023) kemarin.
Baca Juga: Intip 4 Fakultas Sepi Peminat di Institut Teknologi Bandung atau ITB, Ada yang Cuman 53 Pendaftar
"Dan jika diperlukan kita harus berani mendorong banyak kantor melaksanakan Work From Office dan Work From Home," ujar Jokowi.
Kesepakatan itu rupanya juga ditanggapi positif oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang menurut Gubernur DKI, Heru Budi Hartono akan diterapkan oleh para ASN di wilayah kerja Pemprov DKI Jakarta.
"Work From Home untuk mengurangi transportasi oleh PNS DKI Jakarta, artinya Wor From Home itu nantinya 50 persen 50 persen, atau 60 persen 40 persen untuk mengurangi kegiatan hari-hari di Pemda DKI," terang Heru Budi Hartono.
Tak hanya bagi para ASN di Pemprov DKI Jakarta, namun Heru juga meminta agar Kementerian-kementerian lainnya juga bisa menerapkan hal serupa yakni Work From Home.
Baca Juga: Cara Hapus Data Pribadi di Pinjol Agar Tidak Disalahgunakan, Mudah Bisa Lewat WhatsApp Juga Lho!
Sementara itu, menurut Siti Nurbaya Bakar selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, adanya kondisi polusi Jabodetabek yang begitu parah ini diakibatkan oleh banyaknya asap yang berasal dari kendaraan bermotor.
Kondisi asap kendaraan bermotor tersebut juga diperparah dengan cuaca saat ini yang telah memasuki musim kemarau panjang.
Demi mengurangi tingkat polusi Jabodetabek yang telah parah tersebut, ada beberapa solusi yang ditawarkan oleh pemerintah.
Diantaranya adalah dengan menambah 800 ruang terbuka hijau untuk mengurangi tingkat emosi yang tinggi sebagai penyebab polusi udara tersebut.
Baca Juga: 7 PTN yang Sangat Disarankan untuk Dijadikan Pilihan Pertama di SNMPTN atau SBMPTN, Ini Alasannya
Selain itu, pemerintah juga mengusulkan adanya peraturan lalu lintas 4 in 1 dimana aturan tersebut nantinya dapat menekan penggunaan jumlah kendaraan pribadi oleh masyarakat di wilayah Jabodetabek khususnya DKI Jakarta.***

Share this article
Polusi Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) kini makin parah dan tengah menjadi sorotan dari berbagai pihak.