AYOJAKARTA.COM – Kasus pembongkaran ruko yang mencaplok jalan serta menutup saluran air di Pluit, Penjaringan masih terus menyita perhatian publik.
Deretan ruko yang dibongkar tersebut tepatnya berada di Jalan Niaga, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Sebagai informasi, sebelumnya Ketua RT setempat bernama Riang Prasetya melaporkan adanya ruko yang mencaplok jalan serta menutup saluran air di kawasan Jalan Niaga hingga kemudian ruko tersebut dibongkar.
Baca Juga: Update Jadwal Pencairan Bansos Bulan Juni, Siap-siap Akan Ada Verifikasi Lanjutan, Apa?
Namun upaya Riang Prasetya selaku Ketua RT II, RW 03 Pluit tersebut justru menimbulkan polemik baru.
Pasalnya, para pemilik ruko serta karyawan tidak terima dengan keputusan Riang Prasetya yang melaporkan hingga membuat ruko harus dibongkar oleh pihak Satpol PP.
Para pemilik ruko serta karyawan akhirnya menyampaikan rasa tidak terima mereka dengan membuat spanduk kemarahan terhadap Ketua RT Riang Prasetya.
Bahkan dalam spanduk berukuran sangat besar tersebut juga terpampang foto Riang Prasetya beserta berbagai tulisan kemarahan dari pemilik ruko serta karyawan.
Baca Juga: Geram! Nikita Mirzani Ungkit Biaya Kuliah Lolly di UK Rp 230 Juta Saat Hubungan Keduanya Memanas
Beberapa tulisan tersebut diantaranya seperti “Lagi Kurang Proyek Yah Pak RT, Sampai Tugas Lurah, Camat, Wali Kota dan Gubernur diambil semua, Jangan Serakah Jabatan Anda Hanya RT.”
Sementara itu, meski Riang Prasetya banyak didemo, pihak Satpol PP DKI Jakarta tetap melakukan pembongkaran terhadap puluhan ruko yang dilaporkan mencaplok jalan dan menutup saluran air tersebut.
“Kemarin kita sudah bongkar dan masih diteruskan,” ujar Arifin selaku Kepala Satpol PP dilansir dari Republika.co.id pada Kamis (25/4/2023).
“Pokoknya sampai tuntas lah, kalau seminggu dua minggu sih selesai, kalau bisa lebih cepat,” lanjutnya.
Baca Juga: Sukses Digelar, Tau-Tau Fest 2023 Berlangsung Meriah
Diinformasikan juga berdasarkan data dari Suku Dinas Cipta Karya, tata Ruang, dan Pertanahan Kota Jakarta Utara ada sebanyak 22 ruko yang harus dibongkar.
Sementara itu, menanggapi polemik Ketua RT Riang Prasetya yang didemo lantaran menyebabkan pembongkaran ruko di Pluit, Penjaringan, Pejabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono justru memberikan pernyataan menohok.
Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Prasetya menuturkan jika dirinya tidak ingin ikut campur dengan masalah tersebut.
“Ya ga tau urusan dia (Riang Prasetya),” ujar Heru Budi Prasetya dilansir dari Republika.co.id pada Minggu (28/5/2023).***

Share this article
Terus berlanjut, kasus pembongkaran ruko yang mencaplok jalan serta menutup saluran air di Pluit, Penjaringan masih terus menyita perhatian