AYOJAKARTA.COM – Irma Hutabarat mempertanyakan mengapa Ferdy Sambo (FS) tidak punya empati bahkan untuk istrinya sendiri.
Kesimpulan tersebut Irma Hutabarat sampaikan setelah mengamati jalannya proses hukum kasus pembunuhan Yosua.
Dalam persidangan, istri dari Ferdy Sambo mengklaim bahwa dirinya telah diperkosa oleh Yosua saat berada di Magelang.
Baca Juga: Astaga! Putri Candrawathi Punya Panggilan Mesra untuk Yosua? Irma Hutabarat Ungkap Hal Ini
Setelah pernyataan itu mencuat kemudian banyak fakta persidangan yang menjadi janggal karena baik Putri dan Ferdy Sambo tidak pernah melaporkan hal ini kepada kepolisian.
Diketahui bahwa Ferdy Sambo merupakan mantan Kadiv Propam Polri sedangkan Putri Candrawathi merupakan mantan dokter gigi.
Mengingat dari profesi keduanya timbul keheranan dari Irma Hutabarat kenapa masalah perkosaan tidak diusut tuntas jika memang benar terjadi.
Kejanggalan ini juga dirasakan juga oleh ahli psikologi forensik Reza Indragiri bahwa Ferdy Sambo sebagai seorang suami tidak mengambil tindakan medis dan mengkhawatirkan istrinya sendiri.
“Kok tidak pernah ya ada cerita FS selaku suami ngajak istrinya yang konon baru diperkosa ini ‘mah pergi ke dokter yuk’,” kata Reza Indragiri, dalam kanal YouTube Irma Hutabarat - HORAS INANG yang tayang pada 14 Desember 2022.
Dalam pengakuannya, Putri tidak hanya mengaku bahwa dirinya telah diperkosa tapi juga dibanting 3 kali oleh Yosua.
Anehnya, kata dia, tidak ada kekhawatiran dari Ferdy Sambo misalnya kejadian pembantingan bisa menyebabkan benturan pada kepala atau rusaknya tulang punggung. Dari hal tersebut Irma Hutabarat menyimpulkan bahwa Ferdy Sambo tidak memiliki empati.
“Kenapa tidak dibawa oleh FS ke dokter? Iya kan sebagai seorang suami ya, nggak ada empatinya,” kata Irma Hutabarat.
Yang membuat pengakuan tersebut semakin aneh, adalah dalam cerita yang disampaikan di persidangan, Ferdy Sambo justru lebih memilih untuk melakukan olahraga badminton setelah mendengar kabar istrinya diperkosa.
“Katanya mau main badminton, oke lah. Anggaplah istri diperkosa tapi karena sudah janji mau main badminton ya badminton dulu dong. Janji harus ditepati,” kata Reza.
Dugaan perkosaan yang diklaim oleh Putri terjadi pada tanggal 7 Juli 2022, sedangkan hingga tanggal 7 Desember tidak ada upaya dari Ferdy Sambo untuk memeriksakan istrinya ke pihak medis. Padahal Ferdy Sambo mengaku bahwa Putri merupakan cinta pertamanya.
“Kalau kesimpulan saya itu karena absen empati atau putuslah asa. Kalau saya mau bicara lebih lanjut lagi udah ngga ada rasa,” kata Irma.
“Jadi kalau retorika ‘cinta pertama saya dari SMP’. Cinta pertama dari Hongkong, kenapa nggak dibawa ke dokter sudah tau dibanting-banting,” lanjutnya dengan geram.
Dalam persidangan Putri sempat menjelaskan bahwa dirinya sendirilah yang melarang adanya pelaporan dengan alasan takut terjadi keributan dan ia merasa malu.***

Share this article
Di kasus Yosua, Irma Hutabarat mempertanyakan mengapa Ferdy Sambo (FS) tidak punya empati bahkan untuk istrinya sendiri.