AYOJAKARTA.COM - Gempa Bumi Tektonik dengan magnitudo 3,6 dirasakan di Tangse, Sabtu 04 Februari 2023 pukul 06:15:37 WIB,
Berdasarkan hasil analisa BMKG yang diinformasikan Daryono (Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG) melalui grup WhatsApp (4/2/2023), episenter terletak pada koordinat 4,92 LU dan 96,04 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 27 km BaratDaya Kab.Pidie Jaya-Aceh pada kedalaman 2 km.
Kemudian dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Aceh.
Selain itu melalui akun Twitternya @DaryonoBMKG, ia menjelaskan bahwa lokasi gempa bumi tersebut merupakan gap seismic yang sudah lama tidak menimbulkan gempa bumi yang signifikan.
Baca Juga: Misteri 100 Triliun di Rekening Brigadir J, Yunus Husein: Bukan Saldo atau Rekening, Ga Ada Uang Segede Itu!
"Segmen Aceh khususnya di bagian utara termasuk salah satu "Seismic Gap" yang sudah sangat lama tidak terjadi gempa signifikan," cuit Daryono.
Dalam sebuah jurnal yang diterbitkan pada laman pusatlitbang.bmkg.go.id dengan judul "DISTRIBUSI FREKUENSI GEMPA DAN DIMENSI FRAKTAL PADA SEISMIK GAP DI INDONESIA" (4/1/2023), Seismic gap didefinisikan sebagai wilayah potensi gempa tinggi yang seharusnya telah melepaskan energi sebagai gempa besar, namun berdasarkan data katalog pelepasan energi tersebut belum terjadi.
Selain itu melalui portal geologi.co.id dijelaskan pula bahwa seismic gap adalah jalur “sepi” gempa dimana saat ini daerah yang dimaksud tersebut justru tidak terdapat gempa selama ini dibandingkan di sebelahnya.
Jalur yang menjadi pusat gempa salah satunya adalah jalur subduksi atau jalur tubrukan.
Baca Juga: Gempar! KPK Tangkap Jaksa dan Hakim, Diduga Dapat Suap dari Ferdy Sambo Demi Lepas Hukuman Mati, Cek Faktanya
Hal yang patut diwaspadai adalah ketika gempa bumi tersebut berada di laut, tentunya harus waspada pada tsunaminya juga.
Salah satunya adalah yang terjadi saat tsunami di Pangandaran, guncangan tersebut adalah pelepasan gempa yang sebelunya juga berupa seismic gap.
Sedangkan yang berada di darat guncangannya harus diwaspadai, zona patahan aktif yang baru saja bergerak bisa menyebabkan guncangan yang tidak diperhitungkan sebelumnya.
Salah satunya adalah guncangan yang disebabkan oleh patahan Opak di selatan kota Jogja yang pada tahun 2006 menggoyang dan menelan korban lebih dari 5000 orang.
Baca Juga: Geger! Rizky Billar Akhirnya Berbaikan dengan Haters yang Telah Menjadi Terdakwa, Lesti Mengaku Bangga
Diperlukan identifikasi oleh pemerintah terkait cara memahami dan mengantisipasi potensi bencana gempabumi di masa datang.
Dengan cara harus meneliti dan memetakan dengan sebaik-baiknya patahan-patahan aktif yang berada di darat dan di bawah laut. ***

Share this article
Kemudian dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.