AYOJAKARTA.COM – Mendengar nama Hardansyah Gumay atau Hard Gumay, ingatan kebanyakan masyarakat tentu akan segera beralih kepada sosok peramal pria.
Meski pada awal kemunculannya di jagad media, Hard Gumay lebih dikenal sebagai anak indigo yang memiliki keistimewaan khusus.
Namun belum seluruh lapisan masyarakat mengetahui darimana Hard Gumay memperoleh keistimewaan yang melekat dalam dirinya.
Hard Gumay yang sebelumnya pernah bekerja sebagai seorang pramugara maskapai penerbangan nasional, lahir pada 13 Oktober 1989.
Sebelum dikenal publik sebagai Hardiansyah Gumay, pria kelahiran Palembang ini pernah memiliki nama Boby Firmansyah.
Sejak berusia 5 tahun, Hardianyah sudah menyadari tentang keistimewaannya dalam melihat mahluk-mahluk yang bagi kebanyakan orang tak kasat mata.
Sewaktu baru beranjak 6 tahun, Hardiansyah mengakui pernah mengalami kecelakaan fatal yang melukai bagian mata kirinya.
“Di umur 6 tahun aku kecelakaan, mata kiriku ini tertancap panah besi, menembus ke bagian belakang,” ungkap Hardiansyah.
Dalam peristiwa yang terjadi pada kisaran jam 6 petang tersebut, Hardiansyah kehilangan mata sebelah kirinya yang sempat tercerabut dari rongga mata.
Mata sebelah kiri Hardiansyah yang sudah rusak kemudian ditemukan tetangga di sebuah selokan di dekat rumahnya.
“Mata sebelah kanan ini mata asli, sementara yang kiri donor dari jenazah,” tambah Hardiansyah yang sempat menjalani perawatan di RS M. Husein, Palembang.
Kendaraan roda dua yang mengantar Gumay menuju rumah sakit menjadi ingatan terakhir, sebelum akhirnya ia mengalami mati suri.
Baca Juga: Rahasia Terungkap! Ternyata Inilah Makna Tersembunyi Bismillah Menurut Mbah Moen
Dalam perjalanan spiritual-nya, Hardiansyah masih mengingat bahwa dirinya mengalami kesulitan saat terperangkap dalam liang kubur.
“Sampai akhirnya ada Puyang atau Kakek Buyut, dia menjulurkan tangan, aku tangkap dan naik ke atas keluar dari dalam kuburan,” jelas Hardiansyah.
Sejak peristiwa tersebut, Gumay kemudian hidup sebagai sosok anak kecil yang berbeda dengan anak-anak kebanyakan.
Kehidupan yang ia jalani bersama teman-teman ghaib, membuatnya menjadi berjarak dengan sahabat-sahabat sepermainan.
Gumay kecil yang kini sudah menjadi pria dewasa mengakui bahwa dirinya memiliki pendamping gaib berwujud Harimau.
“Bentuknya seperti Harimau, besar, tinggi, hitam, berbulu, tapi tampilan mukanya seperti Harimau,” ujar Gumay seraya menjelaskan sosok yang mendampinginya.
Berbekal kemampuan yang tidak biasa tersebut, Gumay kemudian melakukan penglihatan spiritual yang oleh orang disebut sebagai meramal.
Sehubungan dengan kemungkinan akan terjadinya fenomena alam atau bencana di Indonesia, Gumay sempat memaparkan penglihatannya.
“Tahun 2023 itu sehubungan dengan air laut, ombak besar, di Sulawesi, dua kota besar, satu kota kecil,” pungkas Hardiansyah Gumay. ***

Share this article
Dalam peristiwa yang terjadi pada kisaran jam 6 petang tersebut, Hardiansyah kehilangan mata sebelah kirinya yang sempat tercerabut dari ron