AYOJAKARTA.COM – Kasus Covid-19 di DKI Jakarta terpantau terus mengalami kenaikan belakangan ini.
Dalam sepekan terakhir, kenaikan kasus Covid-19 dilaporkan lebih dari 30 persen bahkan hingga 40 persen.
Hal ini disampaikan Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI dr Ngabila Salama pada Rabu (6/12/2023).
“Seminggu terakhir periode 27 November sampai 3 Desember, jumlah kasus positif Covid-19 naik 30 hingga 40 persen dari minggu sebelumnya yakni periode 20 sampai 26 November,” tutur dr Ngabila Salma dikutip Ayojakarta.com dari Instagram @jktinformasi, Kamis (7/12/2023).
“Atau naik 22 persen dalam satu bulan terakhir dibandingkan bulan sebelumnya,” sambungnya.
Baca Juga: Segini Besaran Dana KJP Plus yang Cair pada Gelombang I Mulai Rabu 6 Desember 2023, Catat Rinciannya
dr Ngabila Salama menyebut bahwa kenaikan kasus ini masih tergolong normal seiring dengan pola gelombang Covid-19 dalam enam bulan sekali.
Terkait penyebab adanya kenaikan kasus ini, Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta menyebut bahwa ada kemungkinan imunitas masyarakat sedang menurun dalam kurun waktu tersebut.
“Polanya enam bulan sekali anak naik seperti ISPA dan pneumonia karena kondisi pancaroba, imunitas orang cenderung turun,” terang dr Ngabila Salama.
“Karena capek, stres, kurang tidur, pola makan kurang baik dan dari segi kuman karena kelembaban tinggi mudah masuk ke tubuh manusia,” lanjutnya.
Baca Juga: Lowongan Kerja BNN Lulusan SMA Sederajat, Terbuka untuk Posisi Ini
Meski meningkat secara signifikan, baiknya lebih dari 90 persen kasus Covid-19 masih dinyatakan bergejala ringan.
Selain itu, terjadinya kenaikan kasus Covid-19 secara keseluruhan di Jakarta, pasien rawat inap atau tren bed occupancy rate (BOR) RS terkait Covid-19 tidak ikut melonjak.
dr Ngabila Salama memastikan bahwa sejauh ini angka perawatan akibat pasien Covid-19 relatif masih terkendali.
Kendati demikian masyarakat diimbau untuk melanjutkan vaksinasi Covid-19 hingga Desember 2023 vaksinasi masih bisa diakses secara gratis.
Baca Juga: Bukan Hanya Terjadi di Singapura, Kasus Covid-19 Subvarian Eris di Indonesia Juga Naik
Adapun jenis vaksin yang tersedia adalah vaksin produksi Indonesia yakni vaksin Covid-19 Inovac.
Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta menyebut bahwa ada sejumlah kelompok yang perlu melengkapi vaksinasi booster Covid-19 lantaran berisiko mengalami gejala berat hingga fatal saat tertular.
Kelompok ini antara lain pria lansia usia 50 tahun, orang dengan komorbid seperti hipertensi, diabetes mellitus, stroke, penyakit jantung, kanker gagal ginjal kronik, autoimun, TB, HIV dan kondisi imunodefisiensi lainnya.***

Share this article
Dinkes DKI Jakarta beberkan penyebab naiknya kasus Covid-19 hingga 40 persen di ibu kota dalam sepekan.