AYOJAKARTA.COM - Mendekati waktu pelaksanaan Pilgub Jakarta pada November 2024 mendatang, nama Anies Baswedan serta Ahok kembali masuk dalam bursa calon.
Masuknya nama Anies Baswedan serta Ahok dalam daftar peserta Pilgub Jakarta, membuat kalangan publik kembali berpolemik.
Sebagian masyarakat berpendapat, suasana Pilgub Jakarta akan semakin hangat dengan masuknya nama Anies Baswedan serta Ahok dalam daftar peserta.
Baca Juga: Terungkap! Alasan Presiden PKS Tolak Anies Baswedan Maju di Pilgub DKI Jakarta
Meski sebatas wacana, dampak perseteruan politik antara PDI-P sebagai pengusung Ahok dengan Nasdem yang mengusung Anies, ditengarai akan menjadi semakin ramai.
Sehubungan dengan adanya anggapan tersebut, Pantas Nainggolan selaku Sekretaris DPD PDI-P DKI Jakarta memberi tanggapan.
Menurut Pantas, Ahok sebagaimana juga dengan kader PDIP lainnya memiliki hak serta tanggung jawab politik yang setara.
Karena itu, setiap kader partai yang akan maju sebagai calon peserta Pilgub perlu memenuhi sejumlah kriteria yang dalam bahasa internal PDIP disebut dengan Penjaringan.
Setelah dianggap masuk dalam kategori Penjaringan, setiap kader yang akan diberi tanggung jawab juga perlu melalui proses Penyaringan.
Kedua mekanisme seleksi tersebut, menurut Pantas juga diberlakukan kepada Tri Rismaharini, Djarot, Andika Perkasa, Syaiful Hidayat, Ahok serta kader-kader PDIP lainnya.
“Semua kader-kader yang sudah terukur, teruji kapasitas dan kapabilitasnya sebagai pemimpin, itu kita angkat ke tanggung-jawab yang lebih besar,” jelasnya dikutip dari YouTube Kompas TV.
Terkait dengan peluang masuknya nama Ahok sebagai peserta Pilgub Jakarta, Pantas memastikan setiap kader memiliki peluang yang seimbang.
Pantas juga memastikan setiap kader PDIP telah diberi tanggung jawab kebangsaan, sehingga potensi perpecahan harus selalu dihindari.
Pernyataan terkait hadirnya Anies Baswedan dalam Pilkada Jakarta juga disikapi oleh Bestari Barus selaku politisi Partai Nasdem.
Menurut Bestari, masuknya nama Anies dalam daftar peserta Pilkada Jakarta menunjukkan masih tingginya kepercayaan publik terhadap Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.
Namun demikian, Bestari masih belum dapat memastikan secara mutlak perihal keikutsertaan Anies dalam Pilkada Jakarta November mendatang.
Disamping karena Anies masih perlu ruang untuk melakukan kontemplasi terhadap Pilpres yang baru saja berakhir, juga karena disiapkan untuk pencalonan Presiden mendatang.
“Namun kita masih perlu waktu untuk penjajakan, kesediaan, mungkin Pak Anies perlu untuk berkontemplasi untuk menemukan jalan,” jelas Bestari.
Adanya perbedaan pendapat mengenai keikutsertaan Anies dalam Pilkada Jakarta, menurut Bestari perlu tetap mendapat apresiasi.
Menurut Hanta Yuda selaku Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, baik Anies maupun Ahok keduanya sama-sama memiliki modal.
“Pak Ahok dan Pak Anies, dua-duanya punya basis massa yang cukup besar,” jelasnya. ***

Share this article
Pengamat ungkap modal Anies Baswedan dan Ahok jika memang maju di Pilgub Jakarta 2024, ternyata dari ini.