AYOJAKARTA.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta.
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, menegaskan bahwa partainya akan mendukung kader internal dalam Pilkada DKI, sementara tetap berusaha menjadikan Anies sebagai tokoh nasional.
"Kita sudah sama-sama memahami dengan masuknya Anies sebagai capres pada 2024, saya kira beliau ini sudah menjadi tokoh nasional jadi jangan kemudian didegradasi kembali sebagai tokoh daerah," ujar Syaikhu , dikutip dari Kompas TV hari ini.
Baca Juga: 10 Fakta Psikologi Menarik Tentang Perilaku Manusia: Pikiran, Emosi, dan Interaksi Sosial
Dia menegaskan bahwa PKS akan terus berusaha menjadikan Anies sebagai tokoh nasional.
Oleh karena itu, mereka meyakini bahwa Anies seharusnya mendukung kader PKS untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta.
Sebelumnya, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menyatakan bahwa peluang untuk mendukung Anies masih terbuka.
Pemilihan Gubernur Jakarta pada November 2024 akan menjadi ajang yang menarik untuk disaksikan, dengan sejumlah calon kuat dari berbagai partai politik.
Namun, penolakan PKS terhadap Anies sebagai calon menambah dinamika politik yang menarik dalam peta kontestasi Pilkada DKI mendatang.
Sementara peluang PKS mendukung Anies maju di Pilkada Jakarta semakin kecil, Partai Golkar justru sudah menyiapkan sejumlah jagoannya.
Baca Juga: Mengungkap 8 Fakta Psikologi tentang Persahabatan Sejati, Bertahan hingga 7 Tahun Salah Satunya!
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengumumkan tiga nama yang dianggap memiliki potensi kuat untuk bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta mendatang.
Dalam sebuah pertemuan, Airlangga menyebutkan bahwa Partai Golkar telah menugaskan mantan Gubernur Jawa Barat yang dikenal dengan julukan "Bapak Jomblo se-Indonesia", Ridwan Kamil, untuk maju dalam kontestasi politik tersebut.
Namun, Airlangga juga menegaskan bahwa pilihan tersebut belum final dan akan diputuskan berdasarkan elektabilitas serta dinamika koalisi pada Pilgub Jakarta nanti.
Selain Ridwan Kamil, dua nama lain yang disebutkan adalah Ahmad Zaki Iskandar dan Erwin Aksa.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa keputusan akhir masih menunggu kedatangan Ridwan Kamil ke Jakarta serta mempertimbangkan keterlibatan Ahmad Zaki Iskandar sebagai Ketua DPD Golkar DKI.
"Pertama untuk DKI Golkar sudah mengeluarkan surat penugasan kepada kader yang on the way ke Jakarta Pak Ridwan Kamil nah kami masih nunggu kapan sampai Jakarta," ujar Airlangga seperti dilansir dari Kompas TV, hari ini.
Dalam konteks ini, Partai Golkar membuka peluang bagi calon lain termasuk anggota DPR yang baru terpilih seperti Erwin Aksa.
Namun demikian, Airlangga menegaskan bahwa proses seleksi masih berlangsung dan akan memperhatikan dinamika politik yang ada.
Selain ketiga kandidat Golkar tersebut, terdapat nama-nama lain yang juga disebut-sebut akan bertarung dalam Pilgub DKI, antara lain Ahmad Sahroni, Anies Baswedan, Tri Rismaharini, Riza Patria, dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Share this article
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, menegaskan bahwa partainya akan mendukung kader internal dalam Pilkada DKI