AYOJAKARTA.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah melaksanakan debat perdana di Pilkada Jakarta 2024 pada Minggu, 6 Oktober 2024.
Ketiga pasangan calon (paslon) yakni Ridwan Kamil (RK)-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardana dan Pramono Anung-Rano Karno sudah selesai sampaikan janji dan visi misi masing-masing di debat perdana Pilkada Jakarta 2024 tersebut.
Di dalam debat perdana Pilkada Jakarta 2024 tersebut ketiga paslon juga saling adu gagasan masing-masing. Selain itu, ketiga paslon juga diberikan kesempatan saling bertanya kepada paslon lain.
Dari debat perdana Pilkada Jakarta 2024 tersebut, siapakah yang berhasil merebut simpati dari masyarakat Jakarta?
Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno debat perdana Pilkada Jakarta tersebut sangat menarik karena masing-masing calon membahas isu tertentu.
“Sebagai sebuah tontonan debat kandidat karena masing-masing calon ini kan sebenarnya berusaha untuk menunjukkan diferensiasi politiknya antara masing-masing calon pada stracing isu tertentu” ucap Adi Prayitno.
“Misalnya pada soal rt rw antara Dharma Pongrekun kemudian Pramono Anung ini kan berbeda secara diametral begitu dengan isu-isu lain terkait” lanjutnya, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube KOMPASTV, pada Selasa, 8 Oktober 2024.
Baca Juga: Debat Pilgub Jakarta 2024: Terima Keluhan dari Gen Z, Ridwan Kamil-Suswono akan Gratiskan Hal Ini!
Adi Prayitno mengatakan bahwa melihat secara umum dari segi gagasan dan pendapat masing-masing calon tersebut mempunyai kelebihan yang berbeda.
“Artinya kalau kita melihat secara umum dari segi gagasan dan pendapat memang masing-masing calon ini punya stretching yang beda-beda meski tujuannya sebenarnya adalah bagaimana untuk mensejahterakan dan memuliakan Warga Jakarta itu menjadi warga yang sejahtera, warga yang kemudian diperhatikan dan dipedulikan tanpa pandang bulu” ujarnya.
Ia juga menangkap bahwa ada tiga isu yang cukup sensitif diangkat dalam debat perdana Pilkada Jakarta 2024 lalu.
Tiga isu sensitif tersebut adalah kemacetan, Gen Z yang tidak mendapatkan pekerjaan atau menganggur dan bagaimana memberdayakan RT RW.
“Tapi saya menangkap ada tiga isu yang sebenarnya cukup prinsip dan sensitif yang diangkat ya pertama soal kemacetan, yang kedua adalah soal treatment terhadap Gen Z terutama Gen Z yang rata-rata misalnya mereka adalah jobless dan tidak mendapatkan pekerjaan” kata Adi.
“Yang ketiga itu adalah soal bagaimana memberdayakan RT dan RW itu yang saya kira stressing tiga hal yang menjadi perdebatan di antara dua calon khususnya RK, Pramono Anung” lanjutnya.
Adi menyampaikan sementara untuk Dharma Pongrekun sendiri banyak gagasan atau ide yang sama sekali tidak disambut.
“Sementara Dharma Pongrekun dalam banyak hal ide dan gagasannya itu nyaris tidak pernah disambut ya kecuali misalnya terkait dengan covid terkait dengan adanya teori konspirasi” tutupnya.

Share this article
Di dalam debat perdana Pilkada Jakarta 2024 tersebut ketiga paslon juga saling adu gagasan masing-masing.