AYOJAKARTA.COM – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta 2024 akan dilaksanakan tidak lama lagi. Kini, Pilkada Jakarta sudah masuk ke tahap kampanye serentak yang dilakukan oleh tiga pasangan calon (paslon).
Di dalam kampanye serentak Pilkada Jakarta ini, paslon-paslon tersebut diberikan waktu untuk mengutarakan visi misi dan janji-janji politik mereka yang akan diwujudkan setelah terpilih nanti.
Salah satu janji politik adalah yang berasal dari paslon gubernur dan wakil gubernur (wagub) nomor urut 2 yakni Dharma Pongrekun-Kun Wardana, berjanji akan memberikan akses internet atau Wifi gratis jika dirinya terpilih nanti.
Paslon dari jalur independen tersebut berjanji memberikan akses internet gratis dengan kecepatan 100 megabits per second (Mbps) untuk setiap rumah warga yang ada di Jakarta.
Janji tersebut diucapkan oleh Dharma Pongrekun-Kun Wardana bertujuan untuk memberikan yang maksimal dalam potensi digital di DKI Jakarta.
Menurut pengamat politik, Jehansyah Siregar jangan sampai nantinya janji Wifi gratis tersebut untuk mendapatkan suara pemilih saja.
“Nah jadi pertama ya, janganlah program-program gratis itu hanya untuk elektoral ya, mendapatkan suara saja karena ini sudah apa jelas akan mendapatkan suara ya,” ucapnya, dikutip dari YouTube tvOneNews pada Jumat, 11 Oktober 2024.
Ia menyampaikan jika janji tersebut dilihat dari sisi tata kelola pemerintahan, patut dipertanyakan apakah akan menjadi beban fiskal.
Jehansyah Siregar mengatakan anggaran di Jakarta memang cukup besar dan bisa buat program gratis apa saja namun perlu dikalkulasikan terlebih dahulu.
“Namun harus dilihat dari sisi tata kelola pemerintahannya ya misalnya ‘apakah memberikan beban fiskal ya?” ujarnya.
“Nah ini biasanya calon gubernur sudah melihat bahwa anggaran APBD di DKI Jakarta itu sangat besar 80 triliun. Jadi rasanya bisa buat program gratis apa saja. Nah ini jangan sampai begitu ya artinya perlu dikalkulasi,” lanjutnya.
Selanjutnya, ia menyampaikan jangan sampai program gratis tersebut tidak menyentuh kebutuhan dasar seperti kesehatan yang memang perlu digratiskan.
“Yang kedua jangan sampai program tersebut tidak menyentuh kebutuhan dasar ya, kebutuhan dasar masyarakat tadi misalnya berobat gratis, pendidikan gratis, itu saya pikir memang sudah pantas ya karena itu kebutuhan-kebutuhan ini ya basic needs dan pemerintah sifatnya itu public service ya,” ujar Jehansyah.
Menurutnya, kalau Wifi gratis saat ini memang betul menjadi kebutuhan masyarakat dan hal tersebut memang menjadi kejelian para paslon untuk melihat apa yang dibutuhkan oleh warga.
“Tadi kalau misalnya Wifi, nah itu juga untuk ya memang betul generasi milenial, gen Z itu sekarang menjadi basic need itu. Nah ya ini memang kejelian dari tiap-tiap paslon untuk melihat apa kebutuhan dari segmen-segmen pemilih,” tutupnya.***

Share this article
Dharma Pongrekun-Kun Wardana memberikan akses internet gratis dengan kecepatan 100 megabits per second (Mbps).