AYOJAKARTA.COM - Litbang Kompas merilis hasil survei terbaru terkait preferensi pemilih berdasarkan afiliasi partai politik dalam Pilgub Jakarta 2024.
Survei ini mengungkapkan pilihan pemilih dari partai-partai besar terhadap pasangan calon (paslon) yang bertarung yaitu paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono, nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana dan nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno.
Dari pemilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak 60,5 persen menjatuhkan pilihan pada paslon nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno.
Paslon nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono mendapat 11,6 persen dukungan sementara Dharma Pongrekun-Kun Wardana dipilih 4,7 persen responden PKB.
Sisanya yaitu 23,2 persen memilih untuk tak menjawab atau merahasiakan pilihan.
Pemilih Partai Gerindra menunjukkan preferensi kuat terhadap Ridwan Kamil-Suswono dengan 44,8 persen dukungan.
Pramono Anung-Rano Karno berada di posisi kedua dengan dukungan 37,2 persen, sementara Dharma Pongrekun-Kun Wardana hanya mendapat 1,4 persen.
Sebanyak 16,6 persen pemilih Gerindra tak memberikan jawaban atas pilihan mereka.
Pemilih PDI Perjuangan cenderung mendukung Pramono Anung-Rano Karno dengan persentase sebesar 66,4 persen.
Ridwan Kamil-Suswono mendapat dukungan 13,6 persen dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana didukung 6,4 persen responden PDIP.
Sekitar 13,6 persen pemilih PDIP merahasiakan pilihan mereka dalam survei ini.
Dukungan pemilih Partai Golkar juga terbagi, dengan 45,8 persen memilih Ridwan Kamil-Suswono dan 29,2 persen memilih Pramono Anung-Rano Karno.
Baca Juga: Ridwan Kamil Janjikan Dokter Keliling untuk Lansia saat Kampanye ke Kebon Pala Jakarta Timur
Paslon Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapat dukungan 2,8 persen dari pemilih Golkar.
Sebanyak 22,2 persen responden Golkar tak memberikan jawaban pasti dalam survei ini.
Dari pemilih Partai NasDem, Pramono Anung-Rano Karno mendapat dukungan terbanyak dengan 45,5 persen diikuti Ridwan Kamil-Suswono dengan 27,3 persen.
Dharma Pongrekun-Kun Wardana tak mendapat dukungan dari pemilih NasDem.
Baca Juga: Soal Pertemuan Ridwan Kamil dengan Prabowo dan Jokowi, Ada Indikasi Hal Ini Dilakukan RK
Sebanyak 27,2 persen responden memilih merahasiakan pilihan mereka.
Pemilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menunjukkan preferensi yang cukup signifikan terhadap Ridwan Kamil-Suswono dengan 36,9 persen dukungan, diikuti Pramono Anung-Rano Karno dengan 30,6 persen.
Paslon Dharma Pongrekun-Kun Wardana memperoleh 4,5 persen dukungan dari pemilih PKS, sementara 28 persen responden PKS memilih tak memberikan jawaban pasti.
Di kalangan pemilih Partai Demokrat, Pramono Anung-Rano Karno unggul dengan 40,5 persen dukungan, diikuti Ridwan Kamil-Suswono dengan 26,2 persen.
Baca Juga: Ridwan Kamil Bertemu Prabowo-Jokowi, Dapat Dukungan untuk Pilgub Jakarta? Begini Kata Suswono
Paslon Dharma Pongrekun-Kun Wardana memperoleh dukungan sebesar 2,4 persen.
Sebanyak 30,9 persen pemilih Demokrat tak mengungkapkan pilihan mereka dalam survei ini.
Secara keseluruhan, survei ini menunjukkan bahwa Pramono Anung-Rano Karno mendapatkan dukungan yang signifikan dari pemilih PKB dan PDIP.
Paslon ini juga unggul di antara pemilih NasDem dan Demokrat, menunjukkan kecenderungan pemilih partai-partai tersebut.
Baca Juga: Ridwan Kamil Blak-Blakan Sebut Presiden Prabowo Mendukung Pasangan RIDO
Sementara itu, Ridwan Kamil-Suswono mendapat dukungan besar dari pemilih Gerindra dan Golkar, dua partai yang menjadi kekuatan politik signifikan di Indonesia.
Selain itu, dukungan dari pemilih PKS juga memberikan keuntungan tersendiri bagi paslon ini dalam Pilgub Jakarta.
Paslon nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana belum mendapat dukungan signifikan dari semua kelompok pemilih partai yang disurvei.
Sebagai informasi, Survei Litbang Kompas ini dilakukan pada 20-25 Oktober 2024 dengan melibatkan 800 responden DKI Jakarta yang dipilih secara acak dengan metode pencuplikan bertingkat dan wawancara tatap muka serta tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±3,46 persen.***

Share this article
Berikut hasil survei Litbang Kompas terkait preferensi pemilih berdasarkan afiliasi partai politik dalam Pilgub Jakarta 2024.