AYOJAKARTA.COM – Bersiap akan menjadi kawasan Aglomerasi, paslon pemenang Pilkada Jakarta harus mampu menjadi penghubung dari berbagai kelompok.
Selain dapat merangkul kekuatan parpol yang berkuasa, pemenang Pilkada Jakarta juga perlu mengakomodir berbagai kebutuhan warga Jakarta.
Sosok Pramono-Rano yang definitif telah menjadi pemenang Pilkada Jakarta, dinilai sudah cukup mampu memenuhi kriteria tersebut.
Kemenangan Pramono-Rano melawan dua paslon lain tanpa ada gugatan hukum melalui Mahkamah Konstitusi, merupakan indikasi keberhasilannya sebagai Pemimpin Jakarta.
Pandangan terkait dengan proyeksi Pramono sebagai Gubernur dan Rano Karno sebagai Wakil, merupakan pandangan dari Arya Bima yang merupakan Politisi PDIP.
Terpilihnya figur Pramono-Rano yang hanya didukung oleh segelintir partai politik, merupakan bentuk keberhasilan kontemplasi PDIP dalam memilih calon pemimpin.
“Jadi figur Mas Pram ini memang memiliki perilaku politik yang bijaksana dan cerdas serta dapat diterima masyarakat,” jelas Arya.
Baca Juga: 6 Cara Mudah Dapat Bansos, dari Instal Aplikasi hingga Foto Rumah
Terpilihnya pasangan Pramono-Rano sebagai Cagub dan Cawagub, menurut Arya dapat menjadi penghubung antara sejumlah kalangan.
Selain dapat mengakomodir kebutuhan warga Jakarta, kepemimpinan Pram-Rano menurut Arya juga akan menjadi penghubung bagi Prabowo, Megawati serta Jokowi.
“Untuk keperluan bangsa, kader-kader PDIP pasti tidak akan menjadi persoalan bagi Pemerintahan baik di Pusat maupun di daerah,” imbuhnya.
Terpilihnya pasangan Pramono-Rano sebagai pemenang dalam ajang Pilkada Jakarta, menurut Arya merupakan keberhasilan bagi seluruh pihak.
Arya menilai, pasangan Pramono-Rano merupakan dua figur pemimpin yang masa depan yang dapat membawa perbaikan dan kesejahteraan bagi warga Jakarta.
“Saya meyakini bahwa konfigurasi antara Pramono dengan Bang Doel dalam Pilkada ini mampu membawa banyak perubahan,” tegas Arya.
Selain disampaikan oleh Politisi PDIP, wacana nasib Jakarta di masa depan juga disampaikan Direktur Eksekutif Parameter Politik.
Menurut Adi Prayitno, hubungan politik antara Prabowo Subianto selaku Ketum Partai Gerindra dengan Megawati Soekarnoputri selaku Ketum PDIP masih sangat sinergis.
Meski tidak terlalu mencuat di permukaan, beberapa keputusan politik yang dilakukan kedua parpol menurut Adi cenderung saling mendukung.
Kendala politik yang terlihat jelas di akar rumput, menurut Adi tidak lain hanya sebatas pada hubungan antara PDIP dengan Pak Jokowi.
Baca Juga: Daftar Hitam Bansos 2025, 8 Profil Warga yang Dipastikan Tidak Dapat Bantuan dari Pemerintah
Tidak adanya resistensi politik dari ketiga tokoh besar di Indonesia, menurut Adi akan menjadi modal penting bagi Pramono-Rano dalam memimpin Jakarta.
“Harus diakui Pak Pramono Anung tidak memiliki resistensi politik apapun, dengan Jokowi dan Prabowo diterima, ini yang membuat Pilkada Jakarta adem-ayem,” jelasnya.

Share this article
Sosok Pramono-Rano yang definitif telah menjadi pemenang Pilkada Jakarta, dinilai sudah cukup mampu memenuhi kriteria tersebut.