AYOJAKARTA.COM - Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., Gubernur DKI Jakarta, secara tegas menyatakan komitmennya untuk menjadi pemimpin bagi semua kalangan saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-75 Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI).
Dalam sambutannya yang diawali dengan pantun khas Jakarta, Gubernur menegaskan visinya yang inklusif.
"Berulang kali saya mengatakan bahwa kalau saya jadi pemimpin di Jakarta tentunya saya akan menjadi pemimpin buat semua agama, semua golongan, semua kelompok, semua etnisitas dan saya betul-betul perlakukan dengan baik," tegas Pramono Anung di hadapan para undangan yang hadir.
Acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap keberagaman agama di Indonesia.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Pendidikan Fajar Rizal Ulhaks, mantan Menteri Agama periode 2014 Lukman Hakim Saifudin, dan mantan Menteri Hukum dan HAM periode 2019-2024 Yasona Lauli, serta Ketua Umum PGI Pendeta Jaki Manui.
Pramono Anung menyebut beberapa pejabat tersebut sebagai sahabatnya yang pernah berkolaborasi dalam kabinet sebelumnya, menunjukkan kontinuitas hubungan baik lintas periode kepemimpinan.
Dalam kesempatan bersejarah ini, Gubernur Jakarta mengumumkan rencana pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta sebagai wujud nyata komitmen menjaga toleransi beragama di ibu kota.
"Dan untuk itu Bapak Ketum PGI sebentar lagi FKUB akan dibentuk. Mohon segera di usulkan nama untuk FKUB di DKI Jakarta karena inilah menjadi peran penting bagi Jakarta untuk menjaga rasa aman, rasa nyaman, rasa damai yang ada sekarang ini di Jakarta," ungkap Pramono Anung kepada Ketua Umum PGI.
Dengan gaya khas yang humoris namun tetap menunjukkan keseriusan, Pramono Anung menceritakan antusiasme berbagai pihak yang menanyakan kehadirannya di acara PGI.
"Bahkan kemudian ketika saya sebenarnya sudah memutuskan untuk hadir di PGI, tapi saya belum memberikan jam jawaban. Masa yang ini datang, yang itu datang, yang itu datang. Kenapa PGI enggak datang? pasti datang. Masa PGI enggak datang. Jadi enggak mungkin enggak datang di PGI," cerita Gubernur dengan nada santai namun menunjukkan komitmennya yang kuat.
Pramono Anung mengungkapkan pendekatan kepemimpinannya yang mengutamakan substansi daripada publikasi dalam menyelesaikan permasalahan keagamaan di Jakarta.
Baca Juga: Budget 10 Juta di Tahun 2025 untuk Gadget Apple: iPhone, MacBook, atau iPad Dulu?
Gubernur menekankan bahwa beberapa persoalan yang sebelumnya tidak terselesaikan kini telah ditangani dengan baik.
"Persoalan-persoalan yang tidak terselesaikan. Saya enggak perlu bicara, tetapi beberapa Pak Ketua PGI sekarang sudah diselesaikan dan saya sudah tandatangani per grupnya untuk diperbolehkan," ungkap Pramono Anung tanpa memberikan detail spesifik.
Yang menarik dari pendekatan Gubernur Jakarta ini adalah filosofi kepemimpinannya yang tidak suka mengekspos berlebihan urusan keagamaan untuk kepentingan publikasi.
"Memang bedanya saya enggak mau yang terlalu diekspos urusan yang seperti-seperti ini. Ini adalah urusan kewajiban pemimpin Gubernur Jakarta untuk menyelesaikan hal yang seperti ini. Tidak perlu dipublikasikan. Enggak perlulah. Enggak perlu, enggak perlu," tegas Pramono Anung.
Baca Juga: Cita-cita Jadi Corporate Lawyer Argo Ericko Achfandi Pupus Akibat Kecelakaan Maut di Sleman
Sikap ini menunjukkan kedewasaan politik dan pemahaman yang mendalam bahwa pelayanan kepada umat beragama adalah kewajiban konstitusional yang tidak perlu dijadikan bahan kampanye atau pencitraan.
Dalam penutupan sambutannya, Gubernur kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga toleransi dan kedamaian sebagai bagian utama kepemimpinannya di Jakarta, mengucapkan selamat ulang tahun ke-75 kepada PGI dengan harapan berkah Tuhan selalu menyertai organisasi tersebut.***

Share this article
Gubernur Pramono Anung tegaskan komitmen pimpin Jakarta untuk semua golongan & bentuk FKUB demi jaga toleransi umat beragama.