AYOJAKARTA.COM - Keluarga almarhum Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada yang tewas tertabrak mobil sesama mahasiswa UGM, secara tegas meminta agar proses hukum berjalan dengan adil dan transparan.
Achfas Prihatna, paman korban, menyatakan bahwa keluarga telah mengikhlaskan kepergian Argo dan mengapresiasi permintaan maaf dari pihak pelaku, namun hal tersebut bukan berarti menerima permintaan damai.
"Outstanding-standing pertanyaan kami kepada kejadian baik itu pelaku yang sesaat sebelum dan sesudah itu tolong dikawalah gitu loh sehingga baik aparat dengan dan semua yang berwenang itu betul-betul menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya," ungkap Achfas Prihatna.
Baca Juga: Benarkah Visa Haji Furoda 2025 akan Terbit 5 Dzulhijah? ini Jawaban Resmi Dirjen PHU
Keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Kepolisian Sleman dan berterima kasih kepada sejumlah pihak yang membantu mengawal kasus ini.
Achfas Prihatna menambahkan, "Saya yakinlah bahwa kita masih mempercayakan ini kepada pihak-pihak berwenang termasuk kepolisian baik maupun waskuasa hukum kami."
Sikap tegas keluarga ini menunjukkan komitmen mereka untuk memastikan keadilan bagi almarhum Argo, meskipun mereka telah mengikhlaskan kepergian putra tercinta mereka.
Suasana duka masih menyelimuti keluarga Argo Ericko Achfandi di rumah mereka di kawasan Depok, Jawa Barat, dengan karangan bunga memenuhi halaman rumah.
Baca Juga: 100 Hari Pramono-Rano: Klaim 40 Program di Jakarta, Apa Saja Program Unggulan yang Telah Dijalankan?
Meiliana, ibunda Argo, dengan hati yang hancur mengungkapkan bahwa putra sulungnya merupakan anak yang memiliki semangat dan daya juang tinggi untuk masa depannya. Argo bercita-cita menjadi pengacara dan berencana melanjutkan pendidikan S2 melalui beasiswa LPDP.
"Ya corporate lawyer memang anak ini dari kecil sudah bakat membacanya sudah kuat dan penghafalnya pun kuat setelah ini dia akan mempunyai cita-cita mau S2 di luar negeri melalui LPDP sudah dia siapkan dari sekarang walaupun itu masih 3 tahun ke depan," kenang Meiliana dengan mata berkaca-kaca.
Cita-cita Argo dan harapan Meiliana pupus setelah peristiwa kecelakaan yang menewaskan anaknya di Jalan Palagan Sleman pada Sabtu dini hari.
Meiliana melanjutkan dengan suara bergetar, "Itulah luar biasanya Argo dia mempunyai tujuan atau semangat yang sangat tinggi terutama untuk masa depan dia nanti dan tujuannya hanya satu membahagiakan ibunya."
Baca Juga: Waspada! Modus Penipuan Canggih 'fake BTS' Pakai Nomor Resmi Bank, Begini Ciri-cirinya
Kehilangan seorang anak yang begitu berbakat dan memiliki masa depan cerah tentu menjadi luka yang sangat dalam bagi keluarga, terutama sang ibu yang telah menaruh harapan besar pada putra sulungnya tersebut.
Anastasia Sukiratnasari, kuasa hukum keluarga Argo, secara khusus berharap polisi dapat mempercepat proses hukum yang saat ini tengah berjalan di kepolisian.
Dirinya juga meminta agar polisi transparan terhadap kasus tabrakan maut yang menelan nyawa mahasiswa UGM ini.
"Kan ada perkembangan-perkembangan baru ya terkait dengan kasus ini gitu ya harapannya bisa lebih dipercepat gitu karena memang dari keluarga sendiri melihat ada beberapa hal gitu ya yang memang harus dibuka gitu ya," tegas Anastasia.
Baca Juga: Tips Mendapatkan UKT Kuliah Rendah, Ternyata Ini Faktor Penentu Golongan UKT, Cek Apa Saja?
Kuasa hukum juga menyoroti beberapa kejanggalan dalam kasus ini, terutama terkait keterlambatan pemberitahuan kepada keluarga dan adanya pergantian plat nomor kendaraan.
"Karena pertama untuk keluarga ini baru diberitahu keesokan harinya gitu lalu kemudian tentang pergantian plat ini juga kita juga harus memberikan bukti-bukti dukungan dulu baru kemudian polisi mengatakan oh iya ada penggantian plat yang seperti itu," ungkap Anastasia dengan nada kritis.
Sebelumnya, terkait pergantian plat nomor, polisi telah memeriksa tiga orang yang diduga terlibat dalam upaya perintangan penyidikan pada kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UGM Argo Ericko Achfandi.
Anastasia meminta agar kasus penggantian plat mobil turut diusut dengan terang benderang untuk memastikan tidak ada upaya penutupan fakta dalam kasus ini.***

Share this article
Keluarga Argo minta kasus tewasnya mahasiswa UGM diusut adil dan transparan, soroti kejanggalan seperti pergantian plat mobil.