AYOJAKARTA.COM - Jakarta sebagai ibu kota dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa menghadapi tantangan besar dalam hal mobilitas urban.
Lebih dari 18,6 juta kendaraan pribadi di Jakarta menjadi bukti nyata betapa kompleksnya masalah kemacetan di kota ini.
Dengan hanya 24 persen masyarakat yang menggunakan angkutan umum, Jakarta membutuhkan solusi terintegrasi yang dapat mengubah pola pergerakan warga dari ketergantungan pada kendaraan pribadi menuju transportasi publik yang efisien.
Baca Juga: Bantuan Rp400.000 Plus Beras 20 Kg, Tapi Ada Syarat Khusus! Cek Selengkapnya
TOD (Transit Oriented Development) atau Kawasan Berorientasi Transit hadir sebagai jawaban strategis untuk mengatasi permasalahan ini.
Konsep pembangunan yang mengintegrasikan hunian, perkantoran, dan fasilitas publik di sekitar stasiun transportasi massal ini tidak hanya mengurangi waktu tempuh, tetapi juga menciptakan ekosistem perkotaan yang berkelanjutan.
Dengan lima lokasi TOD yang telah dikembangkan di Jakarta, masyarakat kini memiliki alternatif gaya hidup yang lebih praktis dan ramah lingkungan. TOD Jakarta dirancang dengan tiga keunggulan utama yang menjawab kebutuhan mobilitas warga kota.
- Memberikan pemberhentian efektif bagi pejalan kaki, pesepeda, dan pengguna transportasi publik, menciptakan ekosistem pergerakan yang ramah lingkungan.
- TOD dapat diakses ke permukiman, pusat perdagangan, pusat jasa, perkantoran, ruang terbuka, ruang publik, dan layanan masyarakat lainnya, menjadikannya sebagai pusat aktivitas yang lengkap.
- Umumnya mencakup transit pusat seperti stasiun kereta api, terminal bus, maupun bandara yang di sekelilingnya dirancang sebagai area dengan kepadatan tinggi, sekitar 400-800 meter di area pusat pemberhentian pusat.
Lima TOD Jakarta yang Mengubah Wajah Mobilitas Kota:
1. TOD Lebak Bulus
TOD ini memiliki jembatan layang dan Simpang Temuyang yang menghubungkan MRT Lebak Bulus dengan pusat perbelanjaan, area parkir, retail, hunian, dan taman Tabebuya.
2. TOD Dukuh Atas
Kawasan pertama yang dikembangkan sebagai TOD, meliputi Taman Kudus, JPM Dukuh Atas, dan Sentra Kuliner Dukuh Atas yang dilengkapi berbagai fasilitas, seperti sarana pedestrian, sarana transportasi, ruang publik, dan RTH.
Baca Juga: Vivo Y19s Pro Hadir di Indonesia Membawa Baterai 6000 mAh dengan Fast Charging 44W Mulai 1,5 Juta
3. TOD Blok M-Sisingamangaraja
Mengusung tema Green Creative Hub, kawasan TOD ini menghubungkan stasiun MRT Blok M BCA dan MRT ASEAN dengan beberapa taman kota dan wisata kuliner sekitarnya.
4. TOD Istora Senayan
Menghubungkan Stasiun MRT Istora-Mandiri dengan Menara Mandiri yang dirancang ramah disabilitas, dilengkapi dengan pertokoan, serta dekat dengan pusat kegiatan olahraga dan tempat perbelanjaan.
Baca Juga: Akhirnya Terjawab! Jadwal Pencairan PKH-BPNT PT Pos Dimulai 3 Juli 2025
5. TOD Fatmawati
Kawasan ini dekat dengan pengembangan Hunian Terjangkau, pusat kegiatan, layanan publik, dan transportasi umum. Selain itu, TOD Fatmawati juga dikelilingi Taman Ayodya Barito, mal, dan Pasar Santa.***

Share this article
Jakarta dorong TOD untuk atasi macet: integrasi hunian & transportasi publik di 5 titik strategis, kurangi ketergantungan mobil pribadi.