AYOJAKARTA.COM – Kabar adanya upaya melakukan penjegalan terhadap capres Anies Baswedan masih menjadi perbincangan.
Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana yang merupakan sosok yang menyebut kabar penjegalan terhadap Anies Baswedan.
Melalui suratnya, Denny menilai ada upaya-upaya sistematis yang akan melakukan penjegalan terkait dengan pencapresan Anies Baswedan.
Terkait dengan adanya isu penjegalan tersebut, Menkopolhukam Mahfud MD memberi sanggahan.
Baca Juga: GADUH! Anies Baswedan Tak Kunjung Deklarasikan Cawapres, Partai NasDem: Jangan Dipaksa-Paksa
“Karena dia selalu menuduh pemerintah itu mau menjegal Anies, menuduh juga ada upaya menggagalkan Pemilu,” ujar Mahfud, dikutip dari siaran Kompas TV, Senin, 12 Juni 2023.
Atas dasar itu pernyataan tersebut, Mahfud kemudian mengakui bahwa ia memberikan amanat agar Denny untuk memastikan langkah yang ditempuh Anies berjalan mulus.
Menurut Mahfud, ia bahkan telah memperingatkan agar Anies tidak mengalami penjegalan dari dalam internal koalisi.
Adanya desakan agar Anies segera mengumumkan nama calon wakil presiden, dinilai sebagian sebagai bentuk ketidak harmonisan koalisi.
Desakan yang dilakukan Partai Demokrat terkait pengumuman nama cawapres juga ditanggapi oleh Ahmad Ali selaku Wakil Ketua Umum Partai Nasdem.
Menurutnya, desakan yang dilakukan oleh Partai Demokrat merupakan usaha untuk memastikan nama AHY sebagai cawapres Anies Baswedan.
“Sebenarnya berterus terang saja, kalau bukan AHY jadi wakil, mau mundur, bilang saja begitu,” tanggap Ahmad Ali.
Lebih lanjut Ahmad Ali mengajak agar Partai Demokrat untuk berkomitmen menjalankan kesepakatan yang telah ditandatangani tanpa harus menekan capres.
Sehubungan dengan adanya anggapan-anggapan yang menyebut bahwa AHY menginginkan kursi cawapres, Jansen Sitindaon memberi tanggapan.
Menurut Wakil Sekjen Partai Demokrat tersebut, anggapan-anggapan yang beredar di masyarakat terlalu tendensius.
Pasalnya makna penjegalan yang diutarakan Denny Indrayana dengan desakan Partai Demokrat bukanlah hal serupa.
Makna penjegalan yang dimaksud Denny, menurut Jansen adalah usaha yang dilakukan Moeldoko terhadap Partai Demokrat.
Berbeda dengan Jansen, Faldo Maldini selaku Stafsus Mensesneg menilai pernyataan yang dilakukan Denny Indrayana tidaklah masuk akal.
“Menurut kami apa yang beliau lakukan, apa yang beliau lontarkan itu benar-benar tidak masuk akal,” jelasnya.
Sehubungan dengan kabar penjegalan terhadap Anies, Effendi Choirie selaku Ketua DPP Partai Nasdem memberi tanggapan.
Menurutnya sejak dideklarasikan sebagai capres, memang diketahui ada upaya-upaya penghalangan ketika melakukan sosialisasi ke sejumlah daerah.
Baca Juga: Desakan Penentuan Bacawapres Anies Baswedan, Partai Demokrat: Kalau Ingin Menang Cepat Deklarasikan
Halangan tersebut, menurut Effendi bisa berupa perizinan, ataupun spanduk berisi informasi tidak benar.
“Ketika ke Banten, ada pengumuman spanduk dimana-mana berisi informasi Anies tidak jadi ke Lebak, padahal kita jadi,” jelas Effendi yang menilai halangan adalah tantangan.***

Share this article
Kabar adanya upaya melakukan penjegalan terhadap bakal capres Anies Baswedan masih menjadi perbincangan.