AYOJAKARTA.COM – Setelah sempat menggemparkan masyarakat Eropa, nama Prabowo Subianto kembali menjadi bahan pembicaraan.
Berkembang satu wacana di masyarakat yang menyebut capres Prabowo Subianto telah mendapat kepercayaan Joko Widodo (Jokowi) untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.
Anggapan maupun opini tersebut juga menyebut bahwa Gibran Rakabuming telah disiapkan untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai cawapres.
Sebagai bentuk kompensasi atas kemenangan Prabowo, Joko Widodo selanjutnya akan menjadi Ketua Umum Partai Gerindra.
Baca Juga: Soal Cawapres Ganjar Pranowo, PDIP Akan Deklarasikan di Bulan September
Terkait dengan adanya opini atau wacana tersebut, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun memberikan tanggapan.
Menurut Refly, meyakini suatu pemberitaan ataupun informasi yang masih bersifat wacana bukanlah sebuah hal mudah untuk dilakukan.
“Ada dua kemungkinan kita mengomentarinya, pertama adalah mengetahui sumber dan melakukan penilaian,” ujar Refly, dikutip dari kanal YouTube R66 Newlitics, Rabu, 14 Juni 2023.
Namun demikian menelaahnya melalui pendekatan logis, untuk kemudian dijadikan pertimbangkan, tentu bisa dilakukan sebagai pilihan.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Sebut Presiden Jokowi Berjasa hingga Mengaku Tak Mau Jadi Malin Kundang
Wacana yang menyebut bahwa Gibran akan dipinang sebagai cawapres Prabowo, menurut Refly tidak sejalan dengan amanah konstitusi.
Hal tersebut dikarenakan batas usia minimum seseorang yang akan menjabat sebagai capres ataupun cawapres harus berusia 40 tahun.
“Karena kalau dia tidak bisa menjadi calon wakil presiden, maka batal semua wacana tersebut,” terang Refly.
Meski batas usia minimum sebelumnya sempat diturunkan menjadi 35 tahun, namun hal tersebut kembali ditetapkan.
Lebih lanjut Refly mengingatkan bahwa judicial review terhadap produk hukum tersebut sempat dilakukan sejumlah partisan.
“Ada judicial review diajukan oleh PSI, ada juga wakil bupati dari PKB dan wakil bupati dari Gerindra,” tambah Refly.
Dalam judicial review tersebut, diajukan materi yang meminta agar usia minimum capres dan cawapres bisa dikurangi jika pernah berpengalaman di pemerintahan.
Mengacu pada realitas bahwa masa jabatan Ketua KPK bisa diperpanjang, Refly menilai hal tersebut mungkin saja terjadi untuk memuluskan usia minimum capres dan cawapres.
Baca Juga: Soal AHY Dilirik PDIP untuk Jadi Cawapres Ganjar, Anies Baswedan Enggan Beri Tanggapan
Adanya tawar menawar antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto, menurut Refly bisa saja terjadi.
Namun demikian, Refly menambahkan bahwa pada akhirnya Joko Widodo akan dipaksa untuk membuat sebuah keputusan.
“Deal seperti itu tidak mudah diputuskan, pasti Pak Jokowi akan melihat konstelasi terakhir, karena terlihat dia masih main dua kaki,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui publik bahwa selain dekat dengan capres Prabowo, Jokowi juga sangat dekat dengan Ganjar Pranowo.
“Saya bikin konten, Ganjar bertemu Jokowi, tinggal tunggu nasib siapa yang akan kena prank? [antara Prabowo dan Ganjar]” seloroh Refly. ***

Share this article
Selain dekat dengan capres Prabowo Subianto, Joko Widodo (Jokowi) juga sangat dekat dengan Ganjar Pranowo.