AYOJAKARTA.COM – Eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberikan tanggapan terkait masalah jumlah kursi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi yang belakangan ini menjadi polemik.
Anies Baswedan menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi di PPDB jalur zonasi tersebut karena ketidaksesuaian antara jumlah bangku yang tersedia dan siswa.
Menurut Anies Baswedan, seharusnya jumlah bangku jenjang SD kelas 1 hingga SMA kelas 1 harus sama.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Orang Sukses di Pagi Hari yang Bisa Kamu Tiru
Sehingga, Anies Baswedan melihat apabila jumlahnya setara maka permasalahan seperti ini bisa diselesaikan.
“Akar masalahnya adalah jumlah bangku yang tersedia dengan jumlah siswa yang tidak sama. Nah inilah yang harus diselesaikan,” kata Anies dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (29/7/2023).
“Indonesia harus memastikan jumlah bangku SD kelas 1 sama dengan jumlah bangku SMP, SMA dan SMK kelas 1. Kalau jumlah bangkunya sama, insyaallah persoalan-persoalan seperti ini akan bisa terselesaikan,” sambungnya.
Menurut Anies, seharusnya jumlah kursi pada PPDB tidak seperti piramida yang semakin tinggi semakin mengerucut.
Baca Juga: 6 Jurusan Kuliah yang Banyak Lolos Jadi CPNS, Adakah Jurusanmu?
Hal inilah yang menjadi akar masalah PPDB jalur zonasi tersebut tak kunjung selesai.
“Nah itulah sebabnya jumlahnya jangan seperti piramid, makin tinggi pendidikannya makin sedikit jumlah kursinya,” sebutnya.
Anies kemudian mengusulkan agar kedepannya pemerintah bisa melakukan terobosan untuk membentuk SD Inpres hingga SMA Inpres.
Sebab, Anies melihat apabila jumlah bangku PPDB setara maka jumlah peserta didik yang berpartisipasi juga meningkat.
Baca Juga: 5 Tanda Orang Sukses Dilihat dari Kebiasaan Sehari-hari
“Kita harus melakukan terobosan, kita pernah punya SD Inpres. Barangkali ke depan kita perlu SMP inpres, SMA SMK inpres, percepatan pembangunan supaya jumlah bangku itu sama. Kalau jumlah bangku itu sama maka angka partisipasi juga akan meningkat. Problem-problem seperti ini itu bergejala, penyakitnya adalah karena bangku yang salah satunya terbatas,” tutupnya.***

Share this article
Anies Baswedan, memberikan tanggapan terkait polemik jumlah kursi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi.