AYOJAKARTA.COM — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi menjadi salah satu jalur yang banyak diminati oleh warga sekolah.
Namun, banyak yang masih bingung tentang bagaimana proses seleksi jalur zonasi di PPDB 2024.
PPDB jalur zonasi diperuntukkan untuk calon peserta didik baru yang tinggal dalam wilayah zonasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Berikut simulasi seleksi di jalur zonasi untuk memberikan gambaran siswa sekolah.
Baca Juga: Jangan Sampai Lupa! Pra Pendaftaran PPDB 2024 Provinsi DKI Jakarta Akan Ditutup Besok
Pembagian Zona di SD
Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), terdapat dua zona utama:
- Zona Prioritas Pertama (JP1): Meliputi satu RT yang sama dengan lokasi sekolah.
- Zona Prioritas Kedua (JP2): Meliputi RT yang berbeda dalam satu RW atau kelurahan yang sama, bahkan bisa dalam satu kecamatan yang berdekatan.
Baca Juga: 10 SD Negeri di Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Bisa Jadi Pilihan PPDB 2024
Seleksi Jalur Zonasi
Jika jumlah pendaftar melebihi daya tampung yang tersedia, maka akan dilakukan seleksi berdasarkan kriteria berikut:
- Usia: Dimulai dari yang tertua hingga yang termuda sesuai dengan zona prioritas.
- Urutan Pilihan Sekolah: Prioritas diberikan kepada pendaftar yang memilih sekolah tersebut sebagai pilihan pertama.
- Waktu Mendaftar: Diurutkan berdasarkan waktu pendaftaran, di mana yang mendaftar lebih awal akan lebih diprioritaskan.
Baca Juga: 10 Jurusan SMK yang Lulus Langsung Kerja dan Bergaji Tinggi, Cocok Jadi Referensi PPDB 2024!
Simulasi Seleksi
Contoh Kasus di SD Negeri 01
Jumlah Pendaftar: 25 siswa
Daya Tampung: 20 siswa
Langkah 1: Pengelompokan Zona
Zona Prioritas 1: 9 siswa
Zona Prioritas 2: 16 siswa
Langkah 2: Pengelompokan Usia (Zona Prioritas 1)
Usia 9 tahun: 1 siswa
Usia 7 tahun: 4 siswa
Usia 6 tahun: 4 siswa
Untuk usia yang sama, lihat bulan dan hari kelahiran:
Jika bulan sama, lihat hari.
Jika hari sama, lihat pilihan sekolah.
Jika semua sama, lihat waktu pendaftaran.
Hasil Seleksi Zona Prioritas 1:
Siswa A: 9 tahun
Siswa B: 7 tahun 10 bulan
Siswa C: 7 tahun 9 bulan
Siswa D: 7 tahun 8 bulan
Siswa E: 6 tahun 10 bulan
Siswa F: 6 tahun 9 bulan
Siswa G: 6 tahun 8 bulan
Siswa H: 6 tahun 7 bulan
Siswa I: 6 tahun 6 bulan
Langkah 3: Pengelompokan Usia (Zona Prioritas 2)
Seleksi berdasarkan usia, bulan, hari, pilihan sekolah, dan waktu pendaftaran untuk mengisi sisa 11 kursi.
Hasil Seleksi Zona Prioritas 2:
Siswa J: 8 tahun
Siswa K: 8 tahun 2 bulan
Siswa L: 7 tahun 10 bulan
Siswa M: 7 tahun 9 bulan
Siswa N: 7 tahun 8 bulan
Siswa O: 6 tahun 10 bulan
Siswa P: 6 tahun 9 bulan
Siswa Q: 6 tahun 8 bulan
Siswa R: 6 tahun 7 bulan
Siswa S: 6 tahun 6 bulan
Siswa T: 6 tahun 5 bulan
Pendaftar yang Tidak Diterima: 5 siswa dari Zona Prioritas 2
Contoh Kasus di SMP dan SMA
Untuk SMP dan SMA, pembagian zona sedikit berbeda dengan adanya tiga zona prioritas:
Zona Prioritas 1: RT yang sama dengan sekolah.
Zona Prioritas 2: RT yang berbeda namun dalam satu kelurahan.
Zona Prioritas 3: Kelurahan yang sama atau berdekatan.
Proses seleksi di SMP dan SMA juga mengikuti langkah yang sama seperti di SD, hanya saja dengan tambahan zona prioritas ketiga jika daya tampung belum terpenuhi.
Simulasi Singkat SMP/SMA:
Jumlah Pendaftar: 40 siswa
Daya Tampung: 30 siswa
Baca Juga: Daftar 10 SMA Terbaik di Kota Bekasi Berdasarkan Nilai UTBK, Patut Dijadikan Pilihan pada PPDB 2024!
Langkah Seleksi
Zona Prioritas 1: 10 siswa (seluruhnya diterima)
Zona Prioritas 2: 20 siswa (seleksi berdasarkan usia)
Zona Prioritas 3: 10 siswa (seleksi jika masih ada kursi)
Hasil Seleksi:
10 siswa dari Zona 1 diterima.
20 siswa dari Zona 2 diterima berdasarkan usia, pilihan sekolah, dan waktu pendaftaran.
Zona 3 tidak masuk karena daya tampung sudah terpenuhi.
Dalam jalur zonasi, yang paling menentukan adalah:
Zona prioritas
Usia pendaftar
Urutan pilihan sekolah
Waktu mendaftar
Dengan memahami simulasi ini, diharapkan para siswa sekolah dapat lebih memahami proses seleksi dan mempersiapkan strategi pendaftaran yang lebih baik.***

Share this article
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi menjadi salah satu jalur yang banyak diminati oleh warga sekolah.