AYOJAKARTA.COM - Sebanyak empat terdakwa kasus obstruction of justice yang menjadi saksi terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) dengan terdakwa Richard Eliezer (Bharada E), Kuat Maruf, dan Ricky Rizal (Bripka RR) kembali dihadirkan pada sidang lanjutan pembunuhan berencana Yosua, Senin (28/11).
Mengutip dari kompastv, Selasa (29/11/22). Diketahui, Hari Rabu 13 juli 2022 merupakan awal mula dari petaka yang membuat empat anak buah Sambo terseret ke dalam skenario pembunuhan Yosua yang berujung di meja hijau antara lain ada Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, Arif Rachman Arifin,dan Ridwan Soplanit.
Dalam rekaman CCTV tersebut mengungkapkan fakta yang yang mengejutkan.
Pada rekaman CCTV tanggal 08 juli 2022 juga memperlihatkan bahwa Yosua masih hidup sekitar pukul 17.07 WIB pada hari kematiannya, ketika Sambo datang ke rumah dinas tersebut.
Namun fakta bahwa Yosua masih hidup ini sempat dilaporkan kepada Sambo, dan ia meminta saksi Arif Rachman Arifin untuk tidak percaya pada video tersebut dan ia juga meminta Arif untuk memusnahkan rekaman tersebut.
Adapun kasus pembunuhan berencana ini mendapatkan sorotan tajam dari masyarakat Indonesia terlebih dalam kasus obstruction of justice
Dimana CCTV di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan merupakan bagian dari barang bukti yang diharapkan dapat mengungkap kronologi tewasnya Brigadir J atau Nopryansah Yosua Hutabarat di rumah mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022 silam.
Baca Juga: Kabar Gembira! UMP DKI Jakarta Resmi Naik 5,6 Persen Pada 2023 Nanti, Segini Jumlahnya
Dalam cerita nya, dikisahkan bahwa Ferdy Sambo tidak ada di lokasi saat terjadi baku tembak antara Bharada E dengan Brigadir J.
Namun ternyata bukti rekaman CCTV membuktikan sebaliknya. Dimana skenario FS berbeda dengan fakta yang terjadi ketika anak buahnya melihat rekaman tersebut.
Rekaman CCTV itu memperlihatkan momen kedatangan Sambo dan Putri Candrawathi ke rumah dinas Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Kemudian di persidangan, ada satu momen dalam video yang sempat diulang beberapa kali adalah detik-detik ajudan Sambo, Adzan Romer, yang menghampiri Sambo ketika turun dari mobil dan menjatuhkan senjata, kemudian dilanjutkan dengan Sambo yang terlihat berjalan menuju kediamannya.
Selanjutnya, ada momen dimana asisten rumah tangga (ART) Diryanto alias Kodir yang mondar-mandir juga terekam oleh CCTV ketika Candrawathi meninggalkan rumah dinas di Duren Tiga untuk menuju rumahnya di Saguling. ***

Share this article
Rekaman CCTV itu memperlihatkan momen kedatangan Sambo dan Putri Candrawathi ke rumah dinas Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jaksel.