AYOJAKARTA.COM--Kasus tewasnya satu keluarga di Magelang hingga kini masih menyita perhatian publik.
Pasalnya satu keluarga yang tewas di Magelang tersebut didalangi oleh anak laki-lakinya sendiri.
Diketahui korban tewas dalam satu keluarga di Magelang ini terdiri dari ayah, ibu, dan anak perempuannya.
Saat ditemukan, masing-masing korban berada di dalam kamar mandi yang terpisah.
Baca Juga: Kasus Kopi Jessica Kembali Terulang, Terungkap Inilah Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Magelang
Diduga korban tewas karena meminum sebuah minuman yang sudah bercampur dengan racun.
Hal ini karena saat pihak kepolisian mendatangi rumah korban, ditemukan ada minuman teh.
Pelaku yang merupakan bagian dari keluarga tersebut kini telah diamankan.
Atas kejadian tewasnya satu keluarga di Magelang ini, paman pelaku buka suara.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KompasTV, Sukoco selaku paman pelaku mengatakan bahwa hubungan antara pelaku dan korban sangat baik.
Baca Juga: Satu Keluarga Di Magelang Ditemukan Tewas, Diduga Diracun Melalui Minuman
“Kelakuannya sudah melampaui batas dan itu suatu peristiwa yang luar biasa bagi saya, karena sebenarnya hubungan antara bapak ibu dan anak ini sangat harmonis yang saya lihat,” katanya.
“Sehingga saya juga sangat terkejut sekali sampai terjadi pembunuhan semacam itu sampai diselidiki oleh polisi,” sambungnya.
Sukoco kemudian menjelaskan jika pelaku bukanlah tulang punggung keluarga.
Bahkan Sukoco menyebut jika keponakannya tersebut yang justru menggerogoti keuangan milik orang tuanya.
Sukoco menuturkan bahwa pelaku kerap menggerogoti dana milik orang tua dengan berbagai alasan.
“Dengan berbagai macam alasan karena kebohongan-kebohongannya pandai di dalam memberikan suatu masukan pada orang tua sehingga dana-dana orang tua digerogoti oleh tersangka,” tuturnya.
“Seperti waktu almarhumah adik saya pernah beberapa bulan yang lalu ketemu sama saya mengatakan bahwa Mas ini untuk pengeluaran D satu bulan itu 32 juta untuk kursus bahasa Inggris, ini selama 10 bulan belum yang lain-lainnya,” tambahnya.
Kala itu, Sukoco pernah meminta kepada adik perempuannya yang juga menjadi korban untuk mencari tahu kebenaran dari permintaan pelaku.
Akan tetapi, korban sangat percaya dengan alasan pelaku karena pelaku adalah anak sendiri.
Sukoco juga menyebut bahwa ada perubaha pola pikir yang terjadi pada pelaku pada 2019 seusai mengalami kecelakaan.
Sayangnya setelah pelaku sembuh, kasih sayang yang diberikan oleh sang ibu digunakan untuk hal-hal yang kurang baik.
Menurut Sukoco, hal ini kemungkinan terjadi karena kurangnya pengawasan orang tua.
Selain itu, Sukoco menyampaikan bahwa pelaku kerap berbohong.
Sukoco mengungkapkan jika pelaku pernah mengaku diterima di sebuah perusahaan akan tetapi setelah di cek olehnya nama pelaku tidak ada dalam daftar pegawai perusahaan tersebut.
Lebih jauh, Sukoco menegaskan bahwa antara korban dan pelaku tidak ada konflik yang memicu tewasnya korban.***

Share this article
Penemuan satu keluarga di Magelang tewas diracun, membuat pihak keluarga angkat bicara dan mengatakan hal yang mengejutkan