AYOJAKARTA.COM – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola nasional, Arema FC dikabarkan telah mempertimbangkan untuk membubarkan diri.
Hal tersebut dikarenakan Arema FC kerap kali mendapat masalah salah satunya adalah tragedi Kanjuruhan.
Manajemen dari Arema FC saat ini sedang melakukan musyawarah di jajaran direksi untuk membahas pembubaran tim dan pengunduran diri dari kompetisi liga sepak bola profesional Indonesia.
Baca Juga: Total 100 Orang Lebih Dalam Tragedi Bom Pakistan, Perdana Mentri Pakistan Serukan Bersatu Melawan
Arema FC atau yang biasa disebut dengan Singo Edan mengambil keputusan atas dampak tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan 135 orang dan melukai ratusan Aremania.
Kondusifitas suporter yang tidak bisa dikontrol dipicu dari adanya perbedaan pendapat, gesekan di antara para suporter dari berbeda klub, dan juga masyarakat umum.
Dari masalah-masalah tersebut akhirnya mengakibatkan suporter tidak kondusif saat menonton pertandingan sepak bola.
Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia, Tatang Dwi Arfianto mengungkap bahwa setelah tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu, manajemen Singo Edan telah melakukan banyak aksi.
Baca Juga: JPU Dinilai Serampangan, Pengacara Ferdy Sambo: Replik Jaksa Lahir dari Rasa Frustasi
Aksi yang dilakukan diantaranya adalah pendirian crisis center, memberikan santutan kepada korban, dan menghadapi gugatan hukum pidana dan perdata.
Manajemen Aremania juga masih terus menjaga eksistensi Arema pada kompetisi sepak bola tanah air.
“Kami terus berupaya dan berusaha agar situasi ini kembali normal. Jika memang upaya dari pihak Arema FC ini kurang dianggap memenuhi keinginan banyak pihak, mungkin kami sebagai direksi dan manajemen akan mempertimbangkan ke eksistensian klub ini,” ujar Tatang Dwi Arfianto.
Tatang menegaskan jika rencana pembubaran Arema FC terealisasikan maka itu merupakan keputusan yang sudah melalui musyawarah jajaran para direksi tim Singo Edan.
Di sisi lain telah terjadi bentrok antara ratusan Aremania dengan penjaga kantor Sekertariat Manajemen Arema FC pada Minggu (29/1/2023).
Akibat bentrok tersebut, 3 orang penjaga terluka di bagian kepala dan tubuh. Para Aremania ini melakukan aksi pelemparan batu karena marah kedatangannya diusir oleh penjaga.
Tidak hanya melemparkan batu saja, para Aremania juga melemparkan kembang api dan mengakibatkan kantor sekertariat Arema FC atau yang biasa disebut dengan kandang singa menjadi penuh asap.
Polisi secara sigap segera melakukan pengejaran kepada Aremania yang melakukan tindak pidana.
Terdapat 107 orang yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Tim penyidik Polres Malang segera melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.
Setelah proses tersebut akhirnya 94 orang dibebaskan karena tidak berkaitan dengan aksi penyerangan dan perusakan kandang singa. Sedangkan 13 orang lainnya masih terus menjalani pemeriksaan, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV (1/2/2023).***

Share this article
Aksi yang dilakukan diantaranya adalah pendirian crisis center, memberikan santutan kepada korban, dan menghadapi gugatan hukum pidana.