AYOJAKARTA.COM – Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur, Nabil Bahasuan mengungkap hasil autopsi dua korban Tragedi Kanjuruhan.
Yang mengejutkan, dari hasil autopsi diketahui bahwa penyebab kematian bukan karena gas air mata.
Lantas, apakah penyebab dari kematian dua korban Kanjuruhan dari sisi medis forensik tersebut?
Dikutip AyoJakarta.com dari Youtube Kompas TV Malang, Ketua PDFI menguak hasil autopsi dari kedua korban tersebut.
Baca Juga: Satu Keluarga di Magelang Tewas Diracun, Pelaku Sempat Masukan Zat Ini ke Minuman
Ketua perhimpunan dokter forensik PDF I Jawa Timur, Dokter Nabil Bahasuan menjelaskan kesimpulan dari hasil otopsi yang dilakukan terhadap dua korban tragedi Kanjuruhan atas nama Naila dan Natasya.
Kesimpulan hasil autopsi tersebut ia jelaskan usai mengikuti FGD di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya terkait tragedi Kanjuruhan.
Dari hasil tersebut, Nabil menjelaskan bahwa terdapat luka kekerasan benda tumpul yang mengakibatkan pendarahan pada korban.
Disamping itu, luka kekerasan benda tumpul tersebut juga mengakibatkan patah tulang bagian iga kedua korban.
Bahkan, luka yang juga terdapat pada dada dari kedua korban menunjukkan akibat kekerasan benda tumpul.
Lebih lanjut, Nabil menjelaskan hasil sampel bagian tubuh korban kemudian diserahkan kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Usai pemeriksaan, diketahui bahwa tidak ditemukannya unsur gas air mata pada sampel bagian tubuh korban.
“Dari hasil pengumpulan sampel yang ada pada kedua korban, kami sudah mengumpulkan kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional dan di hasil didapatkan tidak terdeteksi adanya gas air mata tersebut,” ujar Nabil Bahasuan
Baca Juga: Benarkah Ferdy Sambo Tertawa Setelah Yosua Ditembak: Versi Bharada E vs Bripka Ricky Rizal
Dirinya menjelaskan untuk lebih jelasnya di pengadilan bisa didatangkan ahli dari BRIN untuk memeriksa hasil sampel toksikologi dari PDFI.
Keterangan ahli dari BRIN disebut dapat memperkuat hasil autopsi yang diungkap oleh PDFI sebelumnya.
Nabil menjelaskan ia bersama tim dokter forensik lainnya akan memberikan keterangan lebih lanjut dan detail terkait hasil autopsi tersebut pada proses pengadilan.***

Share this article
Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur, Nabil Bahasuan mengungkap hasil autopsi dua korban Tragedi Kanjuruhan.