AYOJAKARTA.COM--- Bharada E sejak awal disebut menembak Brigadir J hingga tewas di rumah Ferdy Sambo.
Sejak awal kasus kematian Brigadir J di rumah Ferdy Sambo, banyak kecurigaan, hingga Bharada E ditetapkan sebagai tersangka.
Namun kini berbalik, kecurigaan mengarah pada Ferdy Sambo yang diduga menghabisi nyawa Brigadir J, usai Bharada E menjadi justice collaborator dan mengatakan akan mengungkap semuanya.
Baca Juga: Minta Kejujuran Saksi Soal Penembakan Ferdy Sambo, Hakim Sampai Gregetan: Nggak Usah Takut!
Kali ini fakta mengejutkan diungkap oleh pengacara Bharada E, Ronny Talapessy soal kematian Brigadir J.
Ronny Talapessy mengungkapkan pengakuan Bharada E soal penembakan di rumah Ferdy Sambo.
"Richard menembak," ungkap sang pengacara seperti dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KompasTV.
Namun ia membantah ada kekerasan pada Brigadir J, karena tak ditemukan adanya lebam.
"Kan di dakwaan tidak ada (bekas kekerasan), saya juga sudah baca berkas tidak ada," tambahnya soal kekerasan pada Brigadir J.
Ia mengungkap kronologi meninggalnya Brigadir J usai ditembak oleh Bharada E.
"Tapi sebenarnya pas Icad (Bharada E) tembak itu, sebenarnya almarhum jatuh belum langsung meninggal," ucap Ronny.
Ia menambahkan pengakuan Bharada E usai menembak Brigadir J, pria yang kini ditetapkan sebagai terdakwa mengaku masih bisa mendengar suara almarhum.
"Kan jaraknya dekat ya, jatuh, suaranya masih terdengar mengaum (sambil menirukan)," tutur Ronny Talapessy.
"Ditembak terakhir sama Sambo, itu yang membuat mati," tambahnya menegaskan soal kematian Brigadir J.
Tetangga Bantah Peristiwa Tembak Menembak
Pada bagian lain, meski sempat ragu saat menceritakan kejadian berdarah pada 8 Juli 2022 itu, tetangga Ferdy Sambo, Ridwan Soplanit akhirnya mengungkapkan kejadian yang sebenarnya.
"Bukan terjadi peristiwa tembak-menembak, tapi ada peristiwa menembak, Yosua ditembak," ujar Ridwan saat memberi kesaksian dalam persidangan.
Kemudian Hakim kembali bertanya kepada Eks Kasat Reskrim Polda Metro Jakarta Selatan itu.
"Yosua ditembak oleh siapa?" tanyanya.
Ridwan lalu menjawab bahwa penembak itu adalah Bharada E dan Ferdy Sambo.
Dirinya juga mengaku mendapat tekanan karena diintervensi hingga sempat sakit selama satu minggu lamanya.
Hingga akhirnya berani mengungkapkan yang sebenarnya terjadi di rumah yang terletak di sebelah rumahnya tersebut.***

Share this article
Kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy menyebut kliennya masih dengar suara Brigadir J usai ditembaknya, justru Sambo lakukan hal ini