TEBET, AYOJAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau agar masyarakat tetap waspada meskipun kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan drastis dibanding Juli lalu. Dia menegaskan bahwa bukan tidak mungkin adanya gelombang ke-3 dari serangan penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Atas nama pemerintah, Luhut memohon kepada masyarakat agar tidak ber-euforia, karena dapat mengabaikan segala macam bentuk protokol kesehatan Covid-19 yang ada. Dia menyampaikan, penurunan kasus Covid-19 di Indonesia yang saat ini terjadi bukan bentuk euforia yang harus dirayakan.
“Kelengahan sekecil apapun yang kita lakukan, ujungnya akan terjadi peningkatan kasus dalam beberapa minggu ke depan, dan yang pastinya kami akan melakukan pengetatan-pengetatan kembali,” tegas pesan Luhut dalam konferensi persnya, Selasa 21 September 2021.
Luhut juga menegaskan jika masyarakat abai dan terlena dalam euforia, hal itu dapat menjadi boomerang bagi diri sendiri, keluarga, dan orang-orang yang dikenal. Kejadian yang pernah terjadi beberapa bulan lalu ketika varian Delta merebak di Indonesia.
“Jangan sampai itu terjadi lagi. Kalau kita tidak ingin itu terjadi, ayo kita patuh dan kita semua disiplin,” ujarnya.
Belajar dari pengalaman, pemerintah sudah melakukan beberapa antisipasi untuk mencegah masuknya kembali varian-varian baru Covid-19, salah duanya yaitu varian Mu dan varian Lambda.
Untuk itu, kata Luhut, pemerintah akan membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia dan memperketat proses karantina bagi WNA dan WNI yang datang dari luar negeri.
“Khusus untuk pintu masuk udara hanya dibuka di Jakarta dan Manado. Untuk laut hanya di Batam dan Tanjung Pinang. Untuk darat hanya dibuka di Aruk, Entikong, Rurukan, dan Motaain,” sebut Luhut.

Share this article
Penurunan kasus Covid-19 di Indonesia yang saat ini terjadi bukan bentuk euforia yang harus dirayakan. Masyarakat harus tetap waspada.