TEBET, AYOJAKARTA – Di era pandemi seperti saat ini, para guru dan orang tua murid didorong untuk kreatif ketika mendampingi anak-anak selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Tanpa kreativitas, anak akan cenderung mengalami kejenuhan, yang mengakibatkan mudah lelah.
Jika anak sudah lelah dalam belajar, maka akan timbul tidak adanya motivasi dalam bersekolah di tengah sulitnya keadaan saat ini. Hal itu yang ditekankan oleh Motivator Character Building Nasional Aris Ahmad Jaya.
Aris mengatakan, setidaknya ada tiga komponen yang harus dipahami oleh para guru, khususnya orang tua dalam mendampingi anak selama belajar PJJ. Pertama yaitu, anak harus mempunyai IQ atau kecerdasan intelegensi.
Kedua, kata Aris, anak harus memiliki kecerdasan emosi. Menurut Aris, tanpa kecerdasan emosi, anak mungkin tidak akan punya kesopanan.
“Anak tidak mampu menghargai, disiplin, komitmen dan bersabar. Itu adalah kecerdasan emosi di mana keduanya ini sangat penting,” ujar Aris saat menjadi pembicara di webinar bertema learning loss bersama Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Senin 9 Agustus 2021.
Selain dua kecerdasan itu, ada juga kecerdasan menghadapi ketidaknyamanan dan menghadapi ketidaksukaan. Aris menjelaskan, kecerdasan ini tidak kalah pentingnya harus dimiliki seorang anak, terlebih dalam situasi PJJ saat ini.
Untuk membangun ketiga kecerdasan tersebut, ujar Aris, tergantung pada cara orang tua mendidik anak-anaknya. Dalam membersamai anak, kata dia, ada tiga tipe orang tua yaitu orang tua nyasar, orang tua bayar, dan orang tua sadar.
Aris menjelaskan tipe orang tua nyasar biasanya bersikap masa bodoh. Para orang tua yang seperti ini tidak mau mengetahui tentang perkembangan dan pertumbuhan anaknya. Jenis ini, menurut Aris juga kurang menghargai proses.
“Lalu tipe orang tua bayar adalah orang tua yang outsourcing. Pokoknya yang penting saya sudah bayar dan sudah merasa cukup dengan memberikan kebutuhan finansial bagi anak. Dengan kondisi pandemi saat ini, anak harus belajar di rumah. Orang tua bayar tentu tidak lagi cocok, bahkan sebelum pandemi pun juga tidak cocok karakter seperti ini,” jelas Aris secara rinci.
Kemudian untuk tipe orang tua sadar, lanjut Aris, adalah orang tua yang menyadari sepenuhnya bahwa anak adalah tanggung jawab mereka. Dia menilai, jenis orang tua ini menganggap pihak ketiga seperti guru, hanyalah seorang suporter atau pelatih. Selebihnya, peran orang tua dianggap sangat penting untuk tumbuh kembang sang anak.
Share this article
Guru dan Orang Tua Harus Paham Berbagai Kecerdasan Anak Selama PJJ