TEBET, AYOJAKARTA.COM – Warganet di dunia maya dihebohkan dengan cerita salah seorang influencer Instagram dengan akun @ambarruk2910 yang baru saja kembali ke Tanah Air pascaterbang dari Rusia, pada Rabu (17/2/2021) lalu.
Ambar, sapaan akrabnya, mengaku direpotkan dan dibuat bingung oleh prosedur penanganan Covid-19 ketika ia tiba di Indonesia. Sebelum terbang ke Tanah Air bersama suami dan anaknya, ia mengaku sudah menjalani prosedur di Rusia berupa swab test di kedua lubang hidung serta tenggorokan dan hasil yang diperoleh negatif, sehingga ia dapat menjalani penerbangan.
Setelah tiba di Indonesia, Ambar beserta suami dan anaknya harus menjalani isolasi sesuai aturan terbaru dari Satgas Covid-19 yang mengharuskan WNI dari luar negeri selain pelajar, awak kapal, dan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) untuk melakukan karantina mandiri dengan biaya mandiri pula.
Namun, petugas hotel di Jakarta yang saat itu ditempati Ambar beserta keluarga, mengharuskan dirinya kembali menjalani swab test pada keesokan harinya.
“Aku siap-siap, kirain itu tesnya pagi, ternyata aku nunggu dan itu baru tes sekitar jam 2 siang. Setelah swab test di hotel, aku juga harus kembali isi eHAC (Kartu Kewaspadaan Kesehatan),” ujar Ambar dalam siaran IG TV yang diunggah Kamis (18/2/2021) lalu.
“Sebelumnya di bandara aku sudah isi eHAC, tapi barcodenya lupa aku screenshot, lalu yasudah petugas di hotel kembali meminta aku, suami, dan anak isi eHAC dan itu dibantu dokter yang ada di hotel dengan menggunakan e-mail si dokter,” imbuhnya.
AYO BACA : Beredar Video Antrean Lansia Vaksin Covid-19 Sejak Jam 5 Pagi di RSUD Kembangan
Setelah menunggu hasil swab test yang keluar pada Kamis (18/2/2021), Ambar dinyatakan positif. Sontak hal tersebut membuat dirinya bingung, karena dirinya merupakan penyintas Covid-19 pada Desember 2020 lalu. Tidak puas dengan hasil tes, ia meminta Swab Test PCR untuk pembanding, tetapi hal tersebut tidak diperbolehkan.
“Kan aneh. Padahal, sebelumnya di Rusia aku sudah tes yang untuk prosedurnya sendiri ketat dan dinyatakan negatif. Masa terpaut dalam satu hari saja langsung positif?” kata Ambar.
Dijemput Taksi Umum
Setelah komplain dengan hal tersebut, Ambar tetap diharuskan karantina mandiri di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia menyetujui dan keanehan lainnya terjadi. Dirinya mengaku saat itu tidak ditangani sesuai dengan prosedur penjemputan pasien Covid-19 yang berlaku.
Malah ia dijemput menggunakan taksi umum yang ternyata alasan tersebut merupakan hasil keputusan cepat Kepala KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) dan petugas hotel agar Ambar cepat ditindaklanjuti untuk karantina.
“Saya pikir ditangani dan didampingi oleh petugas medis untuk ke Wisma Atlet sesuai prosedur. Sampai sana pun seperti tidak ada konfirmasi dari mereka bahwa ada orang (Ambar) yang merupakan pasien Covid-19 untuk dibawa kesana dan dikarantina,” ucapnya.
AYO BACA : Buang Sampah Sembarang? Penyedia Jasa Angkut Sampah Ilegal Bakal Didenda Rp5 Juta!
Niatnya, Ambar saat di Wisma Atlet ingin sekaligus berbicara dengan Kepala KKP yang berdasarkan informasi dari petugas medis di hotel, serta tentara petugas Satgas Covid-19 yang mengatakan Kepala KKP ada di wisma. Namun, sesampainya di sana, Ambar tidak menemukan orang yang dituju.
Kemudian, dirinya ditawari untuk menjalani isolasi mandiri di hotel dengan biaya sendiri, ia pun mendaftarkan diri ke hotel terdekat, yakni di Ibis Mangga 2. Sayangnya, sampai di sana, ia tidak bisa daftar isolasi mandiri dan hasil swab test yang kemarin ia ikuti setiba di Indonesia tidak dianggap. Ia pun dipaksa bayar paket isolasi untuk lima hari.
“Aku juga ditawari untuk ambil yang free 10 hari dari pemerintah dengan hasil yang bisa keluar tanpa PCR. Nah, untuk paket isolasi mandiri hotel yang harus ada pendampingan dokter dikenakan biaya Rp13.500.000 dan untuk biaya hotelnya Rp700.000 dikali lima hari,” ujar Ambar.
Keanehan lainnya saat di hotel, ia mendapati keterangan yang menyebutkan bahwa untuk kedatangan penumpang WNI dari luar negeri tertanggal 18 Februari harus menjalani karantina mandiri sampai dengan 20 Februari. Padahal, jika dihitung lima hari karantina, Ambar baru bisa keluar pada 23 Februari.
“Terus juga tadi di Wisma Atlet kalau aku tidak mau karantina mandiri, nanti dijemput oleh TNI Satgas Covid-19. Aku bilang mau, tapi mereka malah bilang tidak tahu kapan petugas datang, kemungkinan besok atau lusa,” jelasnya.
Di akhir ceritanya dalam siaran IG TV live tersebut, Ambar pun sangat menyayangkan penanganan Covid-19 di Indonesia yang ternyata masih banyak keanehan dan tidak jelas prosedurnya saat di lapangan.
Video tersebut sudah ditonton 37 ribu lebih dengan 270 komentar. Bahkan warganet ramai-ramai mengajak dengan tag akun Instagram dokter Tirta, Mata Najwa, Deddy Corbuzier, Anji, dan Putra Nababan.
AYO BACA : Banjir Surut, Operasional Transjakarta Kembali Normal
Share this article
Warganet di dunia maya dihebohkan dengan cerita salah seorang influencer Instagram dengan akun @ambarruk2910 yang baru saja kembali ke Tanah Air pascaterbang dari Rusia, pada Rabu (17/2/2021) lalu.