TEBET, AYOJAKARTA.COM – Mengiringi jadwal vaksinasi Covid-19 yang sudah dirilis pemerintah, muncul pertanyaan tentang apakah orang dengan komorbid atau penyakit penyerta termasuk diabetes mellitus (DM) bisa disuntik vaksin produksi Sinovas, perusahaan farmasi asal China?
Kekhawatiran banyak orang tentang komorbid tidak bisa mengikuti vaksinasi Covid-19 tentu terkait dengan efek samping yang mungkin bisa ditimbulkan. Pemerintah sendiri sudah merilis perkiraan jadwal vaksinasi Covid-19 yakni mulai 13 Januari 2021.
Terkait dengan jadwal vaksinasi Covid-19 produksi Sinovac, Kementerian Kesehatan melalui Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit telah merilis Surat Keputusan No. HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.
Dalam petunjuk teknis vaksinasi Covid-19 disebutkan bahwa penderita DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5% dapat diberikan vaksinasi
AYO BACA : JADWAL VAKSINASI COVID-19: Komorbid Ini Yang Membuat Orang Tidak Bisa Menerima Vaksin Covid-19
Dalam Bab III petunjuk teknis vaksinasi Covid-19 tersebut antara lain disebutkan bahwa berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) ada beberapa ketentuan tentang pemberian vaksin tersebut.
Calon penerima vaksin Covid-19 harus mengisi tabel skrining terlebih dulu seperti di bawah ini:
Keterangan:
- Apabila berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam (≥ 37,5 0C), vaksinasi ditunda sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita COVID-19 dan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya
AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online
- Apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil maka vaksinasi tidak diberikan.
- Jika terdapat jawaban Ya pada salah satu pertanyaan nomor 1 – 13, maka vaksinasi tidak diberikan
– Untuk pertanyaan nomor 14, Penderita DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5% dapat diberikan vaksinasi
- Untuk pertanyaan nomor 15, bila menderita HIV, tanyakan angka CD4-nya. Bila CD4 <200>
- Jika terdapat jawaban Ya pada salah satu pertanyaan nomor 16, vaksinasi ditunda sampai kondisi pasien terkontrol baik. Untuk Pasien TBC dalam pengobatan dapat diberikan vaksinasi, minimal setelah dua minggu mendapat Obat Anti Tuberkulosis
- Untuk penyakit lain yang tidak disebutkan dalam format skrining ini dapat berkonsultasi kepada dokter ahli yang merawat.
Meski begitu, dalam petunjuk teknis Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes disebutkan apabila terdapat perkembangan terbaru terkait pemberian pada komorbid untuk Vaksin Sinovac dan/atau untuk jenis vaksin lainnya akan ditentukan kemudian
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

Share this article