SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Masyarakat Jawa Tengah yang berada di Jakarta ternyata banyak yang belum mendapat bantuan sosial (bansos). Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19, Senin (13/4/2020).
“Ternyata masalahnya mereka belum terdaftar. Saya sudah komunikasi dengan pak Anies dan pak Ridwan Kamil terkait ini. Saya ingin membantu kalau memang proses pendataanya agar ini bisa cepat ditangani. Padahal, warga lain yang ber KTP daerah sekitar, sudah mendapat bantuan dari pemerintah,” kata Ganjar.
AYO BACA : Tiga Daerah Berlakukan PSBB Maksimal
Dari data yang ada lanjut dia, ada sekitar 7 juta warga Jateng yang mengadu nasib di Jakarta dan kota besar lainnya seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
Sementara yang sudah terdaftar, baru 1.033 orang saja. “Jadi masih banyak yang belum masuk data. Kami harap ini menjadi perhatian serius agar mereka yang sudah memutuskan untuk tidak mudik, menjadi cemas dengan kondisi ini,” terangnya.
AYO BACA : WNI di Luar Negeri: 366 Positif Covid-19, 55 Sembuh
Pihaknya sudah memerintahkan Biro Pemerintahan Jateng untuk berkoordinasi dengan Jakarta terkait hal ini. Komunikasi itu penting agar masyarkat tahu dimana mereka daftar, kapan dan apa syaratnya.
“Selama ini infonya pendataan dilakukan di kantor kelurahan, maka saya ingin pastikan semua kantor kelurahan di sana bisa melayani dengan baik. Kalau tidak, kami siap membantu. Kami ingin agar pendataan dilakukan dengan cepat, agar masyarakat kami disana tidak cemas,” imbuhnya.
Menurut Ganjar, kesuksesan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta dan sekitarnya akan memberikan dampak signifikan di daerah khususnya Jawa Tengah. Apabila itu berhasil, maka masyarakat Jateng tidak banyak yang mudik dan penularan di daerah akan dapat ditekan.
“Dengan migrasi yang kecil itu, membuat penularan dapat dikendalikan dengan baik. Meskipun, kita harus pastikan bahwa mereka yang tidak mudik benar-benar mendapat perhatian dari pemerintah,” katanya.
Pemerintah Pusat lanjut Ganjar sudah menyiapkan dana bantuan sosial kepada mereka yang terdampak akibat Covid-19 di perantauan. Meskipun lanjut dia, pihaknya juga sudah menyiapkan plan B apabila dibutuhkan. “Kami siapkan juga bantuan dari Jateng apabila nantinya dibutuhkan,” tutupnya. (Afri Rismoko)
AYO BACA : Alasan Walikota Serang Tolak Jenazah Korban Covid-1
.jpg)
Share this article
Ada sekitar 7 juta warga Jateng yang mengadu nasib di Jakarta dan kota besar lainnya seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.