JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Dua organisasi keagamaan, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah disebut dapat menangkal radikalisme di Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan kedua organisasi tersebut memiliki infrastruktur sosial yang moderat.
"Dalam menangkal ajaran radikalisme di Indonesia, kita masih punya dua ormas besar yang dapat menangkalnya di samping pemerintah, yaitu NU dan Muhammadiyah. Kedua ormas besar ini moderat," ujarnya di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Senin (11/11/2019).
AYO BACA : Mengapa HRS Overstay di Arab Saudi, Ini Penjelasan Menantunya
Menurut Kamaruddin, jika ada ajaran radikal melakukan penetrasi ke rakyat Indonesia maka mereka akan berhadapan dengan kedua organisasi tersebut.
"Kalau ada ideologi yang masuk ke Indonesia, dia harus menghadapi pemerintah, berhadapan ormas islam, berhadapan pondok pesantren, berhadapan dengan para ulama dan para sarjana," kata dia.
Indonesia, tambah Kamaruddin, tidak mudah dimasuki ideologi radikalisme, meskipun hal itu harus waspadai. Tidak seperti negara lain yang bangsanya rapuh karena tak punya infrastruktur yang kuat.
"Mereka harus menghadapi jumlah yang sangat besar sehingga tak mudah Indonesia dipenetrasi," pungkasnya.
AYO BACA : Moderasi Agama Cegah Radikalisme Masuk Dunia Pendidikan
Share this article
Dua organisasi keagamaan, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah disebut dapat menangkal radikalisme di Indonesia. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan kedua organisasi tersebut memiliki infrastruktur sosial yang moderat. "Dalam menangkal ajaran radikalisme di Indonesia, kita masih punya dua ormas besar yang dapat menangkalnya di samping pemerintah, yaitu NU dan Muhammadiyah. Kedua ormas besar ini moderat," ujarnya di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Senin (11/11/2019).