AYOJAKARTA.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah kembali jadi sorotan setelah sejumlah kasus keracunan massal terjadi di sekolah-sekolah.
Dalam konten Aduan Masyarakat di kanal YouTube Tretan Universe yang diunggah pada Selasa, 23 September 2025, Tretan Muslim dan Guru Gembul mengulas fenomena ini dengan gaya khas, satir namun penuh analisis.
Tretan Muslim menyindir bahwa MBG kini lebih tepat disebut makan beracun gratis. Ia menyinggung data ratusan pelajar yang keracunan setelah menyantap menu MBG. “Pokoknya lebih banyak berita keracunan daripada bergizinya,” ujarnya.
Baca Juga: Spesifikasi Lengkap Redmi 15, Baterai 7.000 mAh Awet Banget Walau Harga Cuma Rp2 Jutaan
Sementara itu, Guru Gembul menilai masalah utama terletak pada konsep dan pelaksanaan. Ia menegaskan, “Makan bergizi gratis itu membuka peluang korupsi besar-besaran dan mengakar sampai ke bawah. Birokrasinya ribet, menyedot anggaran besar, dan tidak tepat sasaran. Orang kaya bisa buang makanan itu, sementara yang miskin justru berisiko keracunan.”
Menurutnya, salah satu penyebab kasus keracunan adalah praktik pemotongan anggaran. “Kalau misalkan ada makanan dikorupsi, harga nasi yang mestinya Rp2.000 dipotong Rp1.000. Sisanya dicari nasi kualitas murahan, bahkan bisa saja sisa restoran atau yang nyaris layak untuk kucing,” jelas Guru Gembul.
Ia juga membandingkan Indonesia dengan Jepang dan Tiongkok, yang baru berani memberi makan gratis setelah pendapatan negara sangat besar dan pendidikan merata. Di Indonesia, dengan APBN terbatas, kebijakan ini dinilainya terlalu dipaksakan.
Guru Gembul menyarankan agar program dialihkan pada keluarga miskin melalui BLT atau pemberian bahan pokok langsung.
“Daripada dipaksa untuk semua anak, lebih baik tepat sasaran. Yang kaya tidak perlu, yang miskin harus dibantu maksimal,” tambahnya.
Diskusi ini memperlihatkan bahwa program MBG butuh evaluasi serius agar tidak sekadar jadi janji politik, melainkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.***
Share this article
Program Makan Bergizi Gratis dinilai Guru Gembul rawan korupsi, birokratis, dan tak tepat sasaran. Alih-alih menolong, yang miskin keracunan, yang kaya malah buang makanan.