AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sepuluh anggota Komite Reformasi Polri di Istana Negara, Jumat, 7November 2025.
Pelantikan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 122/P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Keanggotaan Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Komite ini beranggotakan tokoh-tokoh penting seperti Jimly Asshiddiqie (Ketua MK 2003–2008) yang ditunjuk sebagai ketua, Tito Karnavian, Yusril Ihza Mahendra, Idham Aziz, Badrodin Haiti, dan Mahfud MD yang sebelumnya menjabat Menko Polhukam.
Baca Juga: Pro dan Kontra DME, Energi Ramah Lingkungan atau Justru Tambah Emisi?
Pembentukan komite ini menjadi langkah strategis Presiden Prabowo untuk mempercepat reformasi kelembagaan dan memperbaiki citra Polri di mata publik.
Dalam wawancara bersama Rhenald Kasali yang diunggah ke YouTube, Mahfud MD menyoroti kondisi Polri yang sempat mengalami krisis kepercayaan publik.
“Polri pernah mengalami titik terendah pada 2022, hanya 52 persen tingkat kepercayaannya. Itu periode terburuk dalam sejarah modern Polri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa situasi tersebut harus dijawab dengan langkah konkret dan reformasi menyeluruh. Mahfud mengungkapkan ada 27 persoalan internal Polri yang perlu dibenahi tanpa harus mengubah struktur kelembagaannya.
“Saya menginventarisasi 27 persoalan di tubuh Polri. Itu bisa diselesaikan tanpa perubahan struktural, cukup dengan tindakan cepat yang nyata,” jelasnya.
Ia juga mendorong penerapan quick win dalam enam bulan ke depan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Selain itu, Mahfud menyoroti pentingnya akuntabilitas dan integritas dalam setiap jenjang kepolisian. Ia mengkritik praktik nepotisme dalam rekrutmen anggota, serta penempatan ribuan polisi di instansi sipil.
“Polri harus difokuskan kembali pada tugas penegakan hukum. Kalau terlalu banyak cabang, kinerjanya tidak efisien,” tegasnya. Mahfud menilai, reformasi Polri bukan hanya soal perubahan struktur, tapi juga perbaikan budaya dan moral aparat.
Baca Juga: Samsung ZFold 8 Siap Jadi Ponsel Lipat Terbaik 2026, Inilah Bocoran Fitur Canggihnya
Ia menegaskan, “Kita semua mencintai Polri. Reformasi ini bukan untuk menjatuhkan, tapi agar Polri kembali menjadi pelindung dan pengayom rakyat.”
Dengan kehadirannya dalam Komite Reformasi Polri, Mahfud MD membawa semangat baru untuk mendorong transparansi, memperkuat profesionalisme, dan menegakkan kembali kepercayaan publik terhadap kepolisian.***

Share this article
Mahfud MD resmi dilantik di Komite Reformasi Polri bersama 9 tokoh. Ia ungkap 27 masalah di tubuh Polri dan tekankan perlunya reformasi cepat untuk kembalikan kepercayaan publik.