AYOJAKARTA.COM – Ungkapan bernada satir Universitas Pasar Pramuka muncul di tengah perkembangan kasus dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo.
Pernyataan soal peran Universitas Pasar Pramuka dalam kasus dugaan Ijazah Palsu milik Joko Widodo pertama kali mencuat dari politisi senior PDIP Beathor Suryadi.
Bukan tanpa dasar, Beathor menganggap peran Universitas Pasar Pramuka dalam kasus dugaan Ijazah Palsu milik Joko Widodo tercetus karena sejumlah variabel.
Selain bersumber dari Penulis Buku Jokowi Undercover, akar spekulasi juga datang dari Sofyan Efendi yang merupakan mantan Rektor Fakultas Kehutanan UGM.
“Tidak ada nama Jokowi di Fakultas Kehutanan, karena dia mantan rektor jadi dia pasti mengecek itu ke bagian Administrasi,” ujar Beathor saat dimintai tanggapan.
Disampaikan saat menjadi narasumber di sebuah siniar, Beathor menduga penyebab Bambang Tri Mulyono dan Gus Nur dipenjara karena terlalu menyoroti soal ijazah Jokowi.
Selain karena fisik ijazah milik Joko Widodo tidak pernah terpublikasi, unggahan Sandi yang merupakan salah satu kader PSI justru mempertebal rasa keingintahuan.
Baca Juga: SPMB Jakarta 2025 Dibuka! Panduan Lengkap Daftar Jalur KJP Plus, PIP, dan Mitra Trans Jakarta
Ditambah dengan pernyataan dari Jokowi serta UGM yang menyebut ijazah tersebut asli, Beathor semakin tergerak untuk melakukan pendalaman.
Mengacu pada anggapan adanya sinkronitas dari rangkaian peristiwa yang terjadi secara berurutan, ingatan Beathor kembali pada kondisi internal PDIP pasca reformasi.
“Saya ingat awal peristiwa Pilkada di zaman reformasi, itu PDIP banyak kadernya yang menjadi anggota Dewan, Bupati, Gubernur; ijazahnya itu palsu,” ungkap Beathor.
Menjadi kendaraan politik bagi para kader baru, Beathor mengenang tidak sedikit calon pejabat publik dari PDIP yang tidak memiliki ijazah.
Berdasarkan pada kondisi tersebut, Beathor teringat akan sosok Deni yang banyak dimintai oleh para kader baru sebagai Pemecah Masalah.
Guna memenuhi seluruh persyaratan akademis, melalui Deni sejumlah kader PDIP kemudian dipertemukan dengan Ahli Pembuat Ijazah Palsu di Pasar Pramuka.
Beberapa nama kader PDIP yang sempat tersandung kasus ijazah palsu sehingga digagalkan, menurut Beathor juga pernah dialami oleh Rudolfer Dede dan JS Saragih.
Meski masih perlu dilakukan pendalaman, Beathor mengaku heran bagaimana Joko Widodo bisa memiliki ijazah dengan gelar Drs untuk mencalonkan Walikota Solo.
Datang dari Solo bersama tim suksesnya untuk menemui kader PDIP di Jakarta dan hanya bermodalkan keinginan, Beathor mengenang Jokowi tidak memiliki dokumen apapun.
Sepanjang proses pendaftaran, Beathor mengingat seluruh dokumen pribadi milik Jokowi untuk maju ke kursi Gubernur DKI dibuatkan secara dadakan.
“Waktu diterima tim Jakarta itu memang tidak ada semua, dokumen persyaratan satu paket dibikinin, maka itu fotonya sama semua,” ungkap Beathor dikutip Ayojakarta dari Abraham Samad SpeakUp. ***

Share this article
Isu ijazah palsu Jokowi kembali mencuat, Beathor sebut "Universitas Pasar Pramuka" sindir dugaan rekayasa dokumen sejak awal karier politik.