Meski Dinyatakan Asli, Roy Suryo Masih Pertanyakan Mengapa Bareskrim Tak Tunjukkan Ijazah Jokowi

Meski Dinyatakan Asli, Roy Suryo Masih Pertanyakan Mengapa Bareskrim Tak Tunjukkan Ijazah Jokowi
Meski Dinyatakan Asli, Roy Suryo Masih Pertanyakan Mengapa Bareskrim Tak Tunjukkan Ijazah Jokowi

AYOJAKARTA.COM - Meskipun Bareskrim Polri telah secara resmi memastikan bahwa ijazah kuliah Presiden ketujuh RI Joko Widodo adalah asli dan menghentikan penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu.

Sejumlah pihak masih belum merasa puas dengan hasil tersebut dan terus mempertanyakan kinerja Bareskrim yang dianggap tidak menunjukkan ijazah asli Jokowi kepada publik.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dalam keterangan persnya menyatakan bahwa "dari pengaduan ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbuatan pidana sehingga perkara ini dihentikan penyelidikannya," setelah melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap sarjana Joko Widodo di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Baca Juga: PKH dan BPNT Tahap 2 2025 Masuki Tahap Verifikasi Rekening, Kapan Pencairan Dimulai?

Namun, cara Bareskrim menangani kasus ini justru menimbulkan pertanyaan baru dari pihak-pihak yang masih meragukan keaslian ijazah tersebut.

Hal ini karena dalam konferensi pers mereka hanya mengandalkan foto-foto ijazah Jokowi yang selama ini beredar di masyarakat tanpa memperlihatkan dokumen fisik aslinya kepada publik.

Pakar telematika Roy Suryo secara tegas mengkritisi metode yang digunakan Bareskrim dalam memverifikasi keaslian ijazah Jokowi, dengan mempertanyakan mengapa pihak kepolisian tidak memperlihatkan ijazah asli secara fisik kepada publik untuk menghilangkan keraguan yang masih ada.

Meskipun Bareskrim telah melakukan uji laboratoris yang komprehensif terhadap "dokumen asli ijazah sarjana kehutanan nomor 1120 atas nama Joko Widodo dengan NIM 1681 KT Fakultas Kehutanan UGM pada tanggal 5 November 1985".

Baca Juga: Kewajiban dan Larangan Penting KPM PKH Tahap Kedua 2025, Panduan Lengkap dari Kemensos

Yang telah dibandingkan dengan "sampel pembanding dari tiga rekan pada masa menempuh perkuliahan di Fakultas Kehutanan UGM meliputi bahan kertas, pengaman kertas, teknik cetak, tinta tulisan, tinta tulisan tangan, cap stempel dan tinta tanda tangan milik dekan dan rektor," Roy Suryo tetap tidak puas dengan penjelasan tersebut.

"Kalau fisik ya tampilkan ijazahnya, berulang kali kan melalui sarana media itu mereka membangun narasi ya bahwa tidak bisa pakai digital forensik harus pakai analog, kayak yang diuji adalah analog barangnya, sekarang barang analognya mana ya enggak ada sama sekali ditampilkan," ujar Roy Suryo.

Sambil menambahkan bahwa "ijazahnya itu harus ditampilkan jangan buru-buru kemudian dikembalikan ya jadi disita dulu atau minimal kalaupun itu mungkin sudah di-scan secara proper ya scan secara proper loh ya bukan hanya hasil foto kayak si Anisandi miring fotonya sehingga itu jadinya distorsi trapesium itu tampilkan di layar belakang itu big screen itu itu yang asli jangan kemudian yang fotokopi fotokopi saja terlipat yang bekas lipatan ini kan konyol sekali gitu ya."

Episode drama ijazah Joko Widodo tampaknya masih akan berlanjut karena mantan presiden tersebut terus menuai atensi dan menjadi bahan perbincangan publik serta pemberitaan media setiap hari.

Baca Juga: Catatan Bersejarah di Autodrom Most, Aldi Satya Mahendra Siap Tambah Poin Lagi

Terutama dengan adanya laporan Joko Widodo ke Polda Metro Jaya atas pencemaran nama baiknya yang terus berlanjut prosesnya.

Presiden ketujuh RI ini menunjukkan tekad yang kuat untuk mengakhiri drama ijazah palsunya melalui jalur pengadilan.

Dengan memberikan pernyataan tegas bahwa "ya sudah saya sampaikan ya siapa tahu kan saya sedih kalau itu berlanjut ke tahapan berikutnya tapi ya supaya sekali lagi supaya gampang dan jelas itu nanti ijazah asli akan saya buka di sidang pengadilan ya."

Jokowi menegaskan komitmennya untuk transparansi dengan menyatakan bahwa "meskipun sudah dibawa ke Polda Metro Jaya sudah dibawa ke Bareskrim maka nanti akan saya buka di sidang pengadilan," menunjukkan bahwa meskipun proses penyelidikan pidana telah dihentikan oleh Bareskrim.

Kontroversi seputar ijazahnya akan terus berlanjut hingga diselesaikan melalui mekanisme peradilan yang akan memberikan kepastian hukum final mengenai kasus pencemaran nama baik yang dilaporkannya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Bareskrim
# Joko Widodo
# ijazah

News Update

Ekonomi

Pemerintah Mulai Simulasikan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Ini Penjelasan Kemensos

Langkah ini merupakan bagian dari uji coba untuk memperkuat sistem distribusi bantuan agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

Jakarta Pusat

PAM Jaya Gerak Cepat Tangani Pipa Bocor Imbas Proyek JSDP, Suplai Air Dipastikan Tetap Mengalir

Dirut PAM Jaya mengatakan kebocoran bermula saat kontraktor proyek melakukan pekerjaan pengecekan di area sekitar jaringan pipa utama milik PAM Jaya.

Bisnis

Darurat Scam dan Judi Online, BRI Bersama OJK Perketat Ekosistem Perbankan Gandeng Kemkomdigi dan PERBANAS

Sinergi BRI, PERBANAS, OJK, dan Kemkomdigi resmi tingkatkan keamanan keuangan digital demi memberantas judi online dan scam.

Bisnis

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Pertamina Suntik Tambahan LPG Subsidi 138 Metrik Ton di Kabupaten Subang

Pertamina Patra Niaga menambah 138 metrik ton LPG 3 Kg di Subang hingga akhir Juli 2026 untuk menjaga stok dan kelancaran distribusi.

Nasional

Tips Memilih Lowongan Program Magang Nasional 2026, Jangan Asal Klik!

Memilih lowongan program magang secara tepat dapat memberikan pengalaman berharga yang berdampak pada pengembangan karier di masa depan.

Jakarta Timur

INFO Penting untuk Warga Jaktim! Per 27 Juli 2026, Kantor Sudin Dukcapil Jakarta Timur akan Pindah Sementara, Ini Lokasinya

Kepindahan ini dilakukan untuk mendukung proses renovasi gedung sekaligus meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Metropolitan

Transjakarta Gelar Sayembara Desain Green Hub Petamburan, Siapkan Konsep Kawasan Transportasi Masa Depan

Sayembara Desaian Green Hub Petamburan ini mengusung tema "Green Connectivity: Weaving Mobility, Elevating Urban Life".

Jakarta Timur

Dinas Bina Marga DKI Jakarta Mulai Penataan Trotoar di Jakarta Timur dengan Konsep Complete Street, Pejalan Kaki Lebih Aman dan Nyaman

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi para pejalan kaki.

Metropolitan

Masih Ada Kesempatan! Pendaftaran Jakarta Innovation Awards 2026 Diperpanjang, Yuk Siapkan Inovasi Terbaikmu

Jakarta Innovation Awards merupakan ajang apresiasi bagi inovasi yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi Jakarta.

Pendidikan

Pemprov DKI Batasi Penggunaan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun? Pramono Anung: Jakarta Dukung Komdigi

Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun

Metropolitan

DKI Tutup 2 Zona Aktif di Bantargebang, Sistem 'Open Dumping' Mulai Ditinggalkan!

Pemprov DKI Jakarta resmi memulai langkah besar untuk membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Viral

Menerka Bayaran Hotman Paris yang Kini Tangani Kasus Febri Adriansyah, Bisa Tembus di Atas Rp200 Miliar?

Hotman Paris resmi jadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terkait kasus korupsi dan TPPU. Rekam jejak honor fantastis Hotman hingga Rp200 miliar memicu spekulasi tarif di publik.

Viral

Nekat Bela Febri Adriansyah, Akun Bisnis Hotman Paris Raib!

Akun Instagram bisnis Hotman Paris Perfumery hilang usai ia menuai kritik pedas akibat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hotman mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi penipuan.

Jakarta Selatan

Tekan Sampah ke TPST Bantar Gebang, 349 Tong Biopori Jumbo Disebar di Kebayoran Lama Jaksel!

Sebanyak 349 tong biopori jumbo didistribusikan ke enam kelurahan di wilayah tersebut guna mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Jakarta Utara

Upaya Atasi Kemacetan Kelapa Gading-Pulo Gadung, 111 Petugas Gabungan Tata Lahan Jalan Perintis Kemerdekaan!

Sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban dan penataan lahan di kawasan RW 13, Jalan Perintis Kemerdekaan

Sport

Drama VAR Warnai Final Piala Dunia 2026, Ada 4 Momen Krusial yang Bikin Argentina Protes

Piala Dunia 2026 diwarnai krisis VAR yang picu krisis FIFA. Spanyol keluar sebagai juara usai tekuk Argentina 1-0 di final penuh drama, diwarnai kartu merah Enzo dan kontroversi keputusan wasit.

News

Hotman Paris Diminta Tak Bawa Nama Presiden dalam Kasus Febrie Adriansyah, Istana: Jangan Dikait-kaitkan!

Hal ini menyusul pernyataan Hotman yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaannya terhadap sang klien, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

News

Siap-siap! Tarif Naturalisasi dan Lepas Status WNI Naik Mulai Agustus 2026, Cek Rincian Lengkapnya di Sini

Pemerintah resmi menetapkan penyesuaian tarif untuk berbagai layanan kewarganegaraan yang akan mulai diberlakukan pada Agustus 2026.

Sport

Badai Kritik Terjang Gianni Infantino Usai Penutupan Piala Dunia 2026, FIFA Dinilai Hanya Kejar Bisnis

Presiden FIFA Gianni Infantino hadapi krisis kredibilitas usai Piala Dunia 2026. Sorotan tiket mahal, jet pribadi, hingga sorakan publik di final hiasi kritik bisnis, meski posisi politiknya kokoh.

Jakarta Timur

Gudang Spark Sport Academy Pondok Bambu Dilalap Si Jago Merah, 25 Anak Berhasil Dievakuasi Selamat!

Kebakaran terjadi di gedung Spark Sport Academy yang berlokasi di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin, 20 Juli 2026