AYOJAKARTA.COM - Polemik terkait kasus ijazah Jokowi kembali mencuat ke hadapan publik.
Hal ini berawal dari mantan Wakil Presiden ke 10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) dituding telah mendanai Roy Suryo dalam kasus ijazah Presiden ke 7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Tudingan tersebut beredar melalui sebuah narasi video yang diduga disampaikan oleh Rismon Sainupar.
Hingga akhirnya, JK melaporkan Rismon ke polisi atas tudingan pencemaran nama baik.

JK pun membantah bahwa dirinya sama sekali tidak pernah memberikan dana seperti apa yang dikatakan dalam narasi tersebut.
Ia pun lantas menyarankan kepada Jokowi agar segera menyelesaikan polemik ini dengan menunjukkan ijazah asli ke hadapan publik.
Namun, respons Jokowi sungguh di luar dugaan.
Jokowi menanggapi saran JK itu dengan mengatakan bahwa pihak yang menuduhlah yang seharusnya membuktikan mengenai ijazah miliknya.

Tanggapan Jokowi itu lantas disoroti oleh kubu Roy Suryo yang diwakili oleh Kuasa Hukum Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin.
"Tapi yang menarik adalah Pak JK sudah menyarankan, beliau meyakini ijazah Jokowi asli dan menyarankan untuk menunjukan ijazah itu kepada publik," ujar Ahmad Khozinudin yang dikutip dari Kompas Petang, KompasTV.
Ahmad lantas mengatakan bahwa respons tersebut menunjukkan seolah-olah Jokowi menuding JK sebagai pihak yang juga meragukan ijazahnya.
"Sayangnya, respons Saudara Jokowi menyatakan 'siapa yang menuduh dia yang harus membuktikan'. Itu artinya seolah-seolah Pak Jokowi juga ikut menuduh Pak JK, menuduh ijazahnya, sehingga tidak penting lagi untuk ditindaklanjuti saran dari Wapres ke-10 dan ke-12 kita," terang Ahmad.

Ia menilai bahwa jawaban Jokowi yang enggan menunjukkan ijazah asli miliknya justru merupakan bentuk ketakutan.
Menurutnya, jika ijazah itu ditunjukkan lebih awal akan semakin mudah publik untuk meyakini.
"Jadi, ketakutan Jokowi sebenarnya menunjukkan ijazahnya itu untuk menghindari dari publik," tandasnya.***
Share this article
Kubu Roy Suryo Cs menilai bahwa jawaban Jokowi yang enggan menunjukkan ijazah asli miliknya justru merupakan bentuk ketakutan.